Stok Aman, Harga Melambung

Stok Aman, Harga Melambung

JAKARTA - Pemerintah memastikan stok pangan dalam menghadapi Ramadan aman. Namun sayangnya, harganya justru melambung dan terjadi kelangkaan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok bahan pangan aman hingga Ramadan 1441 Hijriyah. "Ketersediaan pangan di Indonesia tetap aman, meskipun sekarang ini lagi pandemi COVID-19. Untuk saat ini hingga bulan Ramadan aman," ujarnya, Selasa (21/4). Dikatakan mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu, produktivitas pangan seperti padi dan komoditas lainnya juga mencukupi secara nasional. Menurutnya, di saat pandemi COVID-19 banyak yang perlu dipersiapkan. Bukan hanya persoalan medis tetapi juga pada ekonomi dan ketersediaan pangan. "Makanya saya masih harus turun untuk memberikan dukungan agar petani kita makin kuat menjaga alur-alur ketersediaan pangan. Alhamdulillah ketersediaan pangan ternyata cukup bagus," katanya. Pihaknya pun akan memastikan secara nasional stok pangan dipastikan aman mulai dari beras, gula, minyak goreng, daging tersedia. Agar tidak mengalami lonjakan harga, dia berharap masyarakat tidak ada yang panik berbelanja. Begitu pun ditingkat distributor tidak bermain harga, apalagi di tengah pandemi ini. "Jika kedua hal ini dilakukan maka kita optimistis ketersediaan pangan kita akan aman menjelang Ramadhan hingga lebaran dan ini akan mampu menunjang kebutuhan masyarakat," tegasnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mengalihkan kebutuhan gula industri ke komsumsi. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga gula pasir. Namun menurutnya, pengalihan itu membutuhkan beberapa proses, termasuk penerbitan izin edarnya. Sedangkan untuk impor gula, Airlangga menyebutkan akan dilakukan pada awal Mei 2020. “Terkait gula, ada pengalihan dari gula pabrik makanan-minuman ke pasar domestik, tapi perlu proses dan juga izin edarnya, maka dalam waktu dekat akan masuk ke pasar,” katanya. Meski dikatakan stok aman, namun Presiden Joko Widodo justru menyoroti harga pangan yang terus merangkak naik di antaranya gula dan beras. Gula menurut Jokowi, harganya saat ini bisa mencapai Rp19.000 per kilogram. “Jangan sampai ada kenaikan harga. Ini yang masih naik beras, naik sedikit. Harga gula tidak bergerak sama sekali justru naik menjadi Rp19 ribu per kilogram. Bawang putih, bawang bombay juga belum turun. Saya tidak tahu apakah dari Kementerian Perdagangan sudah melihat lapangannya bahwa ini belum bergerak,” tegasnya dalam rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta. Terkait kenaikan beras, Jokowi merasa heran. Padahal harga gabah kering mengalami penurunan. Dia pun curiga terjadi alur rantai perdagangan yang tidak semestinya, sehingga merugikan masyarakat kecil dan petani. “Saya juga melihat di lapangan harga gabah kering turun lima persen, tapi berasnya naik 0,4 persen. Ini ada apa? Tolong lapangannya diperiksa betul, pasti ini ada masalah. Kalau harga gabah kering turun, mestinya harga berasnya juga ikut turun. Ini petani tidak dapat untung, tapi harga beras naik, masyarakat dirugikan. Yang untung siapa dicari,” ujarnya. Menjelang Ramadan, Jokowi meminta tidak ada kenaikan harga bahan pokok. Menteri dan pimpinan lembaga terkait diminta untuk selalu memeriksa ke lapangan. “Kita harus jaga betul-betul agar harga bahan-bahan pokok terjangkau rakyat, jangan sampai terjadi kenaikan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima meminta seluruh BUMN yang bergerak di bidang pangan dapat antisipatif dalam menjaga stok, aksesibilitas, dan harga pangan. "Saya berharap, klaster BUMN Pangan ini betul-betul tidak sekedar reaktif tetapi sangat antisipatif untuk melakukan berbagai antisipasi dengan data-data yang sekarang ini ada," katanya. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat menyusun peta jalan dalam rangka melakukan sinergi antar-BUMN pangan. "Kementerian BUMN dan BUMN pangan harus menyusun dan mengimplementasikan strategi secara terintegrasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan," ujar politisi PDI Perjuangan itu. (gw/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: