24 Pemudik dari Papua Dikarantina

24 Pemudik dari Papua Dikarantina

BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang telah menyiapkan wisma karantina bagi 29 pemudik dari Papua sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) di wilayah setempat. "Diperkirakan sebanyak 29 pemudik asal Papua sampai di Batang pada Selasa (21/4) malam. Namun, sebelum mereka sampai di kampung halamannya, masing-masing akan kami masukan ke wisma karantina (tempat isolasi) terlebih dulu," ujar Bupati Batang, Wihaji, saat menggelar konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Selasa (21/4/2020). Menurut Bupati, Pemkab Batang telah menyediakan satu tempat wisma karantina yaitu Gedung Pramuka untuk menampung puluhan pemudik asal Kecamatan Batang yang bekerja di Papua. Kepada para pemudik, kata dia, mereka diharapkan penuh kesadaran mau diperiksa atau menjalani masa karantina selama 14 hari sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. "Para pemudik itu akan kita kumpulkan di suatu titik dulu. Kemudian kita akan melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan agar para pemudik diperiksa terlebih dulu sebelum sampai ke rumah," katanya. Adapun selama menjalani masa karantina, lanjut Wihaji, Pemkab Batang akan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan bagi para pemudik, termasuk kebutuhan makan dan minum setiap harinya. Wihaji juga mengatakan, bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona masih rendah. Sehingga hal tersebut menimbulkan dampak negatif terhadap warga lainnya. "Oleh karenanya, hal yang penting untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona adalah perlu meningkatkan edukasi terhadap bahaya pandemi corona. Namun pada intinya, perlu adanya kesadaran warga untuk memakai masker, berperilaku hidup sehat, dan cuci tangan dengan memakai sabun untuk antisipasi penyebaran Covid-19," tegasnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Muchlasin mengatakan, hingga Senin (20/4/2020) kemarin jumlah pemudik yang masuk ke Kabupaten Batang sudah mencapai 11.728 orang. “Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 577 orang. Rinciannya, sebanyak 113 masih dalam pantauan dan 464 selesai dilakukan pantauan," tandasnya. (fel)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: