Obat Malaria untuk COVID-19 Dilarang

Obat Malaria untuk COVID-19 Dilarang

MARYLAND - Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat telah mengeluarkan larangan penggunaan obat anti malaria, hydroxychloroquine, untuk digunakan melawan COVID-19. Hal itu dianggap berpotensi mengancam nyawa mereka yang mengkonsumsinya. Seperti diketahui, anjuran yang disebut-sebut datang dari Presiden AS Donald Trump itu, diklaim juga dipergunakan untuk mengobati mereka yang positif terinfeksi virus Corona. Dalam sebuah pernyataan, Badan POM milik Negeri Paman Sam itu menyatakan, ada indikasi yang menunjukkan jika obat yang disebut itu, berpotensi menyebabkan gangguan jantung. Menurut komisioner FDA (The Food and Drug Administration), Stephen M Hahn, banyak pihak harus menyadari jika risiko akan penggunaan hydroxychloroquine, pada mereka yang menderita COVID-19, tidak diketahui efek sampingnya. “Kita sadari para tenaga kesehatan profesional sedang mencari, pengobatan yang terbaik untuk merawat pasien. Kami ingin memastikan informasi yang diberikan pantas bagi tenaga medis dalam membuat keputusan,” kata Hahn seperti dikutip Aljazeera, Sabtu (25/4). Dia menjelaskan ada yang namanya uji klinis yang harus dilewati setiap jenis obat-obatan. Terutama tentang bagaimana efek samping dari obat yang dikonsumsi. Sampai akhirnya bisa tulis sebagai resep oleh dokter. Setidaknya 22 negara bagian dan Washington DC dilaporkan mengamankan pengiriman hydroxychloroquine. Akibat anjuran Trump itu, beberapa negara bagian dilaporkan telah mengeluarkan jutaan USD untuk menghadirkan obat yang dimaksud ke masing-masing negara bagian. Seperti New York, Connecticut, Oregon, Louisiana, Carolina Utara dan Texas dilaporkan menerima donasi dari jenis obat tersebut dari beberapa perusahaan di negara yang juga dikenal sebagai Tanah Harapan itu. “Jika saja Trump tidak membesar-besarkan antusiasme terhadap obat ini di awal, saya ragu jika negara-negara bagian di AS akan menyadarinya,” kata seorang konsultan kesehatan, Kenneth B Klein.(ruf/fin/rh)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: