24 Jam Bertambah 415 Orang

24 Jam Bertambah 415 Orang

JAKARTA - Kasus meninggal dunia akibat Virus Corona (Covid-19) di Indonesia paling banyak berada pada rentang usia 30-59 tahun yaitu sebanyak 351 orang dari total kematian sebanyak 773 jiwa. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengaku, kenyataan tersebut terlihat dari jumlah kasus kematian terbanyak kedua pada rentang usia 60-79 tahun yaitu 302 orang. Dengan rincian, rentang usia pasien positif Covid-19 yang meninggal antara lain 0-4 tahun dua orang, 5-14 tahun tiga orang, 15-29 tahun 19 orang, 30-59 tahun 351 orang, 60-79 tahun 302 orang, di atas 80 tahun 27 orang. ”Kami masih melakukan verifikasi untuk data usia pada 69 orang yang datanya masih akan kami verifikasi ke rumah sakit,” terang Yurianto, dalam konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (28/4).

BACA JUGA: Iis Dahlia Bingung Bayar Cicilan Ratusan Juta Rupiah

Sementara kasus meninggal dunia pada pasien Covid-19 yang terinfeksi di usia muda yaitu mulai bayi hingga remaja cenderung lebih sedikit. ”Kasus meninggal sebanyak 773 kalau kita perhatikan pada distribusi umurnya pada rentang usia 0-4 tahun sebanyak dua orang, rentang usia 5-14 tahun tiga orang, rentang usia 15-29 tahun 19 orang,” paparnya. Kasus kematian pada rentang usia di atas 80 tahun sebanyak 27 orang. Sebanyak 69 kematian lainnya masih dalam proses verifikasi ulang ke rumah sakit terkait rentang usia pasien. Namun Yurianto tidak menyebutkan jumlah pasien yang terinfeksi dari total kasus positif berdasarkan rentang usia, sehingga tidak diketahui persentase kasus kematian akibat Covid-19 dari jumlah pasien positif yang dikelompokan berdasarkan rentang usia. Pada hari sebelumnya Yurianto juga menyebutkan bahwa kasus kematian disertai dengan penyakit penyerta pada pasien yaitu paling banyak hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit pernapasan seperti asma dan juga penyakit paru obstruktif yang sudah menahun. Oleh karena itu Yurianto meminta masyarakat untuk mematuhi dan tetap disiplin secara terus menerus dalam menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga upaya pencegahan penularan Virus Corona.

BACA JUGA: Ustaz Yazid Bilang Onani tak Batalkan Puasa, Gus Mifta Angkat Bicara

Dalam kesempatan itu, Yuri pun menyampaikan data terbaru Selasa (28/4). Sejauh ini pasien positif Covid-19 bertambah 415 orang dalam waktu 24 jam. Sehingga, hingga saat ini sudah ada 9.511 pasien yang terjangkit Covid-19 terhitung sejak kasus pertama diumumkan maret lalu. ”Kasus positif kita dapatkan penambahan kasus baru berdasarkan konfirm PCR Covid-19 bertambah 415 dan total jumlahpositif menjadi 9.511,” jelasnya. Sementara 103 pasien yang dinyatakan sembuh dari virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini. Sehingga total pasien sembuh menjadi 1.254 orang. Sedangkan, pasien meninggal dunia bertambah delapan orang. Dengan demkian sudah tercatat 773 pasien tutup usia akibat Covid-19. Dijelaskannya pula hingga kemarin, sudah ada 48 laboratorium yang aktif untuk pemeriksaan PCR. Laboratorium tersebut terdiri dari laboratorium di perguruan tinggi, laboratorium jajaran Kementerian Kesehatan, laboratorium Kesehatan Daerah, dan beberapa laboratorium di rumah sakit. Dari 48 laboratorium itu telah berhasil memeriksa sebanyak 79.618 spesimen dari 62.544 orang. hasilnya sebanyak 9.511 pasien positif Covid-19, 1.254 pasien sembuh, dan 773 pasien meninggal.

BACA JUGA: #StayHome dengan Mengkhatam Alquran di Bulan Ramadan dan Raih Pahalanya

Namun demikian, patut disyukuri bahwa pasien sembuh sudah cukup banyak. Di DKI Jakarta pasien sembuh mencapai 363 orang, Jawa Timur 144 orang, Sulawesi Selatan 108 orang, Jawa Barat 103 orang, Jawa Tengah 89 orang, dan sisanya tersebar di 29 provinsi. Saat ini telah tercatat Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 213.644, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 20.428 yang tersebar di 297 kabupaten/kota di seluruh provinsi. Pemerintah meminta masyarakat untuk berperan dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia dengan memutus rantai penularan. Karena itu pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak berpergian jika tidak terlalu penting, tidak mudik, dan tetap produktif di rumah. ”Ini jadi penting karena kita harus tetap menjaga diri kita sendiri dan orang lain, menjaga kampung kita tetap sehat. Oleh karena itu mari kita jadi teladan menyelamatkan keluarga, tetangga, dan orang lain,” ucap Yuri. Yuri menekan penyebaran kasus Covid-19, dengan tetap berada di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain dan memakai masker. ”Kita mohon sama-sama untuk bekerjasama mengendalikan kepatuhan kita dalam menjalankan tugas Pembatasan Sosial Berskala Besar,” terangnya.

BACA JUGA: Bawa Logistik Silahkan Terbang

Untuk diketahui, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga telah diterapkan di sejumlah daerah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Di antaranya di DKI Jakarta, Jawa Barat meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Provinsi Banten juga mulai memberlakukan PSBB, di Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Selain Ibu Kota dan daerah penyangga, daerah lainnya juga ada yang sudah menerapkan PSBB seperti Pekanbaru, Riau, dan Makassar, Sulawesi Selatan. Masyarakat menjadi garda terdepan untuk memerangi Covid-19. Terpisah, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai penerapan PSBB di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 belum maksimal. ”Sebab, angka pasien positif Covid-19 di Jabodetabek masih tetap tinggi,” ujar Bamsoet melalui keterangan tertulis yang diterima. Untuk itu, Bamsoet mendorong pemerintah pusat harus mendukung kebijakan pemerintah daerah yang melaksanakan PSBB dalam mengimplementasikan peraturan, sehingga tidak terjadi salah pengertian dan tumpang tindih kebijakan yang merupakan salah satu faktor penghambat ketidakefektifan PSBB.

BACA JUGA: Jerinx SID Pengen Disuntik Virus Corona

Ia juga mendorong ketegasan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Polri, dan TNI untuk melaksanakan aturan yang ditetapkan dalam penerapan PSBB tahap kedua. ”Ketegasan harus ada, agar masyarakat dapat melaksanakan PSBB secara konsekuen, disiplin, dan bertanggung jawab,” katanya. Bamsoet juga mendorong pemerintah meningkatkan sinergi dengan TNI dan Polri untuk memberlakukan tindakan represif dan pemberian sanksi bagi para pelanggar PSBB, sebagai upaya mencegah situasi semakin memburuk. ”Saya juga mendorong seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang ada di daerah yang menerapkan PSBB, agar membantu dan mematuhi PSBB sebagai upaya percepatan penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19,” pungkasnya. (dim/fin/ful)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: