IRT-Petani Berebut Elpiji Subsidi

IRT-Petani Berebut Elpiji Subsidi

SUNGGUMINASA - Sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Gowa mengeluh. Sulit menemukan elpiji tiga kilogram. Gas yang biasanya diperoleh di warung-warung dekat rumah, sudah kosong berhari-hari. Sejumlah pangkalan sudah diborong. Warga Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Irfiani Dg Taunga (30) mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram. Dia sudah keliling ke warung-warung dan pangkalan, namun gagal mendapatkan gas melon.

BACA JUGA: Ferdinand Dukung Polri Tangkap Petinggi KAMI, Kebebasan ada Batasnya

"Suamiku sampai ke Desa Kanjilo cari. Itu pun harganya sudah Rp27 ribu. Padahal biasanya paling mahal Rp20 ribu," katanya seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup), Senin, 12 Oktober. Ia berharap, kelangkaan ini segera diatasi. Sebab, sebagian warga terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak. "Tante kasian terpaksa pake kayu memasak. Karena tidak dapat gas. Siksanya kosong," imbuhnya. Kepala Dinas Perdagangan Gowa, Andi Sura, mengatakan, kelangkaan gas elpiji terjadi karena penggunaan cukup besar oleh petani. "Jadi pompa air petani itu tidak pakai solar atau bensin lagi. Rata-rata menggunakan gas," katanya saat ditemui di kantornya, kemarin.

BACA JUGA: SBY Minta Airlangga Sebut Aktor Tunggangi Demo: Jangan Sampai Menyebar Hoax

Akan tetapi, lanjutnya, pihaknya sudah memantau sejumlah pangkalan. Salah satunya di Jalan Wahid Hasyim. "Kami juga sudah meminta kepada pihak pertamina agar kuota gas elpiji ini ditambah," ungkapnya. Andi Sura mengaku, sedang merencakan pembuatan kartu kontrol untuk konsumen yang berhak menggunakan gas elpiji bersubsidi. "Karena itu tadi, banyak tidak berhak tetapi tetap beli," imbuhnya. (rdi)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: