PTM 100 Persen Rawan Penularan Omicron, Pemerintah Harus Kaji Ulang

PTM 100 Persen Rawan Penularan Omicron, Pemerintah Harus Kaji Ulang

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kebijakan pemerintah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen rentan penularan COVID-19 varian Omicron. Pada 5 Januari 2022 lalu, pemerintah membuka PTM 100 persen. Padahal, risiko penyebaran COVID-19 varian Omicron cukup tinggi. Pemerintah diminta mengkaji ulang pelaksanaan PTM 100 persen tersebut. Terutama di DKI Jakarta. Kekhawatiran ini muncul seiring merebaknya varian Omicron di berbagai wilayah di Tanah Air. "Selama pandemi COVID-19 masih ada, rasanya sulit menciptakan kondisi ideal PTM 100 persen. Karena itu, sistem pendidikan nasional perlu dirancang untuk lebih resilien terhadap ancaman bencana dan pandemi,” ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza di Jakarta, Kamis (6/1/2022). Menurutnya, pelaksanaan PTM 100 persen dengan maksimal enam jam durasi belajar cukup riskan. Mengingat merebaknya varian Omicron di DKI Jakarta juga cukup mengkhawatirkan. Per hari ini, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak kasus harian COVID-19. Yaitu 267 kasus. Selain itu, belum meratanya akses vaksinasi untuk guru dan peserta didik. "Perpaduan metode pembelajaran tatap muka dalam jaringan (daring) atau hibrid learning dapat diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ia menyarankan kuota PTM dikurangi sama seperti tahun ajaran baru sebelumnya. Yaitu 50-70 persen disertai protokol kesehatan ketat. "Orang tua dan siswa juga dapat memilih untuk mengikuti pembelajaran secara daring untuk menjamin keamanan dan kesehatan," pungkasnya. (rh/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: