Harap Tenang, Ilmuwan BioNTech Sebut Varian Omicron Tak Menimbulkan Penyakit Parah

Harap Tenang, Ilmuwan BioNTech Sebut Varian Omicron Tak Menimbulkan Penyakit Parah

    JAKARTA - Salah satu Ilmuwan BioNTech, Dr Ugur Sahin menyebut varian terbaru SARS CoV-2 yaitu Omicron disebut mungkin mampu menghindari antibodi yang dihasilkan sebagai reaksi terhadap vaksin. Namun demikian virus itu kemungkinan akan tetap rentan terhadap sel-sel kekebalan yang menghancurkannya begitu memasuki tubuh, sehingga tidak akan menimbulkan penyakit parah. Berdasarkan pengetahuan saat ini tentang mekanisme di balik vaksin dan biologi dari varian, Dr. Sahin berasumsi bahwa orang yang divaksinasi akan memiliki tingkat perlindungan yang tinggi terhadap penyakit parah bahkan jika terinfeksi oleh varian Omicron. BACA JUGA: Gawat! 6 Negara Alami Kenaikan Kasus Akibat Omicron Vaksin Pfizer-BioNTech, seperti kebanyakan vaksin lainnya, menawarkan dua lapisan perlindungan yang berbeda terhadap virus. Yang pertama terdiri dari antibodi, yang mencegah orang terinfeksi sejak awal dengan mencegah virus menjajah sel-sel sehat di dalam tubuh. Lapisan perlindungan kedua terdiri dari sel-T, sel-sel kekebalan dalam tubuh yang bergerak untuk menghancurkan sel-sel yang terinfeksi setelah infeksi terjadi. Orang yang divaksinasi yang terinfeksi biasanya akan mengalami gejala ringan. "Bahwa sejauh ini tidak ada varian yang lolos dari respons imun sel-T itu, dan bahwa Omicron juga tidak mungkin mencapai apa yang dikenal sebagai pelarian imun dalam hal itu," papar Dr. Sahin yang juga merupakan salah satu pendiri BioNTech SE, yang bersama perusahaan farmasi raksasa AS, Pfizer Inc, memproduksi vaksin Covid-19, Pfizer-BioNTech. (wsj.com/git)

Sumber: