Cadiz 2-1 Barcelona: Pembunuh Raksasa

Cadiz 2-1 Barcelona: Pembunuh Raksasa

CADIZ - Klub promosi, Cadiz mempertegas statusnya sebagai klub pembunuh raksasa. Setelah Real Madrid, klub Andalusia tersebut mempermalukan raksasa Catalan, Barcelona, Minggu, 6 Desember, kemarin. Pada laga jornada ke-12 di Estadio Ramon de Carranza, Cadiz menekuk Raksasa Catalan dengan skor 2-1. Dua gol Cadiz dilesakkan Alvaro Gimenez serta Alvaro Negredo di menit 8 dan 63. Sementara gol hiburan Barcelona lahir dari bunuh diri Pedro Acala pada menit ke-57. Bagi Cadiz yang hanya memiliki total market value 38,70 juta euro, ini merupakan kemenangan pertama mereka atas Blaugrana sejak Mei 1991. Saat itu, mereka menggasak Barca dengan skor 4-0 juga di ajang La Liga. Sebelumnya, klub berjuluk Kapal Selam Kuning itu mengalahkan sang juara bertahan, Real Madrid pada pekan ke-6. Pada laga yang berlangsung di Estadio Alfredo Di Stefano, 17 Oktober 2020 lalu itu, Cadiz yang musim ini juga menaklukkan Athletic Bilbao dan mengimbangi Villareal menang 1-0. Dengan hasil ini, Cadiz yang mengoleksi poin 19 naik ke posisi kelima klasemen. Sementara Barca tertahan di peringkat ketujuh dengan poin 14. "Kami bertahan dengan baik dan menyerang dengan sangat baik," kata Pelatih Cadiz, Alvaro Cervera di AS. Cervera mengaku kemenangan ini sangat penting bagi mereka. "Saya ingat bahwa sebelum memulai pertandingan mereka mengingatkan saya bahwa empat tahun lalu kami berada di Jumilla dan kami bermain imbang 0-0. Hari ini kami telah mengalahkan mereka 2-1. Saya merasa semuanya berjalan seperti yang kami inginkan," ujarnya. Meski Cadiz hanya melakukan 18 persen penguasaan bola, Cervera mengaku sama sekali tidak terganggu. Ia menyebut bahwa dengan skuat yang dimiliki Barcelona, wajar jika mereka mampu mendominasi pertandingan. "Kami tidak membutuhkan penguasaan bola, karena itu tidak mudah. Anda harus memiliki pemain yang tahu cara bermain dua atau satu sentuhan. Saya tidak menentang penguasaan bola. Saya menentang tim yang memaksakan penguasaan bola dan tahu bahwa mereka tidak dapat melakukannya," tegasnya. Di kubu Barca, kekalahan memalukan ini membuat Ronald Koeman frustrasi. Legenda Barcelona itu tidak bisa menjelaskan bagaimana gol-gol bisa masuk ke gawang mereka dengan begitu mudah. "Kekalahan itu sulit dijelaskan," kata Koeman dikutip dari Marca. Gol pertama Cadiz lahir dari skema sepak pojok di mana bek Barca, Oscar Mingueza menyundul bola ke gawang sendiri. Kiper Marc-Andre ter Stegen bisa menepis bola, namun Gimenez yang berdiri di mulut gawang langsung menyambar si kulit bundar. Sementara gol kedua tuan rumah lahir dari kesalahan Clement Lenglet dan Stegen. Bermula dari lemparan ke dalam, Lenglet melakukan blunder ketika mengontrol bola. Ter Stegen yang keluar dari gawangnya berusaha membuang bola, namun tendangannya mengenai Negredo yang kemudian dengan mudah menceploskan bola ke gawang. Menurut Koeman, gol-gol Cadiz sangat sulit diterima. Khususnya gol kedua, Koeman menganggap itu sama sekali tidak boleh terjadi. "Kami kebobolan gol yang tidak bisa saya bayangkan," ujar legenda Belanda tersebut. Koeman tak menampik kekalahan ini adalah pukulan telak dalam upaya mereka tetap di jalur juara. Dengan jarak 12 angka di belakang pemuncak klasemen, Atletico Madrid, Koeman menyebut mereka kini sangat jauh tertinggal. "Ini adalah langkah mundur yang sangat besar dalam peluang kami berjuang untuk LaLiga (Santander). Ini mengecewakan, tetapi kami harus menerimanya. Selisih 12 poin untuk tim sekuat Atletico Madrid sangat besar," keluhnya. Walau masih awal musim, Koeman memastikan akan sulit bagi mereka untuk mengejar jika catatan buruk away terus berlanjut. "Masih banyak pertandingan untuk dimainkan, tetapi jika kami tidak meningkatkan sikap kami di pertandingan tandang, kami tidak bisa berkata apa-apa lagi," ujarnya. Sergio Busquets sementara itu mengeluhkan kesalahan individu yang terus terjadi. "Kesalahan individu telah membuat kami kehilangan banyak poin. Menderita begitu banyak kekalahan sangat mengkhawatirkan. Semakin banyak poin yang kami lepaskan membuat kami makin jauh dari posisi teratas," sesalnya. (amr/*) Susunan Pemain Cadiz: Ledesma; Carcelen, Fali, Mauro (Alcala 31'), Espino; Jonsson (Augusto 80'), Bodiger, Alex, Perea (Adekanye 80'), Izquerdo (Alejo 81'); Gimenez (Negredo 62') Barcelona: Ter Stegen, Dest (Trincao 77'), Mingueza (Pedri 46'), Lenglet, Jordi Alba, Busquets (Pjanic 77'), De Jong, Coutinho (Dembele 46'), Messi, Griezmann, Braithwaite

Sumber: