Pernah Survei Kinerja Mensos, Charta Politika Didesak Tarik Hasil Surveinya

Pernah Survei Kinerja Mensos, Charta Politika Didesak Tarik Hasil Surveinya

JAKARTA- Lembaga survei Charta Politika pernah merilis hasil survei terkait kinerja para menteri di kabinet Indonesia Maju. Dalam survei itu, Kementerian Sosial (Kemensos) dinilai sebagai lembaga yang paling sigap dalam menghadapi pandemi Covid-19. Survei itu digelar 6-12 Juli 2020. Kemensos dinilai berhasil melakukan aksi kerja nyata menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak dari wabah ini setelah adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dalam survei ini juga Kemensos menjadi salah satu kementerian yang dinilai paling aktif oleh responden. Kemensos berada di urutan ketiga dengan dukungan 17,2 persen. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gugus Tugas Covid-19 atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masing berada di urutan pertama dan kedua dengan dukungan 33.1 persen dan 21,8 persen. Hasil survei ini kembali ramai dibicarakan warga net setelah Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara ditangkap Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) terkait dana bantuan sosial. Bahkan, Charta Politika didesak menarik hasil survei itu. Seperti yang telah dilakukan Gatra mencabut piagam yang pernah diberikan Mensos. "Karena Mensos dinyatakan sebagai terdakwa dan ditahan oleh @KPK_RI, GATRA mencabut piagam penghargaan yang pernah diberikan ke Mensos. Bagaimana dengan pak @yunartowijaya, akan menarik hasil survey lembaga yang dipimpinnya bahwa Juliari B(Mensos) adalah Menteri juara penanganan Korona?" tulis politikus PKS, Hidayat Nur Wahid di twitternya. Menanggapi ramainya komentar soal hasil survei itu, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya angkat bicara. Dia menjelaskan, dalam rilis yang dibuat pada bulan Juli 2020 itu, lembaga survei yang dipimpinnya tidak tidak pernah sama sekali menyatakan bahwa Mensos Juliari adalah menteri terbaik. "Yang ada adalah Kementerian yang paling aktif dalam penanganan pandemi covid-19. Maka Kemensos ada di peringkat ketiga, di bawah kemenkes dan kemenkeu," ujar Yunarto dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/12). Dia menjelaskan, ada media yang mengeluarkan judul dan narasi yang berbeda. "Bahwa kemudian media mengeluarkan judul berita "Juliari jadi menteri terbaik penanganan Corona", ya jelas bias, bahkan Kemenkes pun yang ada diperingkat 1 gak berhak mengklaim itu, karena pertanyaan paling aktif gak nyambung dengan terbaik dalam konteks penanganan corona," jelas Yunarto. Yunarto menyarankan agar Hidayat Nur Wahid membaca berita secara utuh. Di sana tidak ada pernyataan yang menyatakan Juliari adalah Menteri terbaik dalam penanganan Covid. Yang ada hanya yang paling aktif. "Coba ustad sekarang buktikan ada rilis survei saya yang nyatakan bahwa mensos juara penanganan corona... Kecuali ustad hanya baca meme atau judul berita. Rilis survei lengkapnya tersebar kok, ayo kita lihat, saya yang harus cabut atau ustad yg bersedia minta maaf?" demikian Yunarto. (dal/fin). 

Sumber: