The Last Dance Terlalu Agungkan Jordan

The Last Dance Terlalu Agungkan Jordan

CHICAGO - ‘Last Dance’ sukses menarik perhatian para pecinta olahraga. Seri dokumenter yang mengisahkan perjalanan legendaris Micheal Jordan dan Chicago Bulls itu, banyak diminati khususnya mereka para pecinta NBA. Sayangnya, kebenaran dari kisah itu tidak sepenuhnya benar. Menurut Scottie Pippen detail yang dikisahkan dalam beberapa episode itu, tidak sesuai dengan yang ada dalam ingatannya. Tidak hanya itu, pria yang berposisi sebagai Small Forward Bulls itu, juga menyayangkan konsep yang ditawarkan Last Dance. Dikatakannya, film dokementer yang diproduseri perusahaan milik Jordan, Jump 23, terkesan hanya fokus pada kedigdayaan seorang Jordan.

BACA JUGA: UEFA Turun Tangan Usut Dugaan Tindakan Rasial Wasit Rumania

“Saya pikir (Last Dance) tidaklah seakurat itu dalam menggambarkan pencapaian (Bulls) di era terhebat olahraga bola basket. Justru lebih banyak menampilkan Michael Jordan dan mengagungkan (legendanya),” kata Scottie Pippen seperti dikutip FIN dari The Guardian, Rabu (9/12). “Sayangnya (kisah tentang tim basket terhebat dalam sejarah, Chicago Bulls) itu kurang menonjol di dokumenter ini. (Saya rasa) konten dari ‘The Last Dance’ sendiri pada akhirnya, justu malah menyerang balik (Michael Jordan). Karena pada bagian tertentu (di dokumenter ini) justru menunjukan bagaimana karakter Michael Jordan (yang sebenarnya),” sambung dia.

BACA JUGA: Meski Unggul Jauh, Tim Gibran-Teguh Akui Perolehan Suara di Bawah Target

Reaksi berbeda ditunjukan oleh eks bintang Detroit Pistons, Isiah Thomas. Menurut salah satu rival Jordan itu, mengaku tidak pernah menyadari kebencian Jordan atas dirinya. Dia baru sadar ketika menyaksikan dokumenter yang bisa Anda simak di Netflix itu. “(Saya baru menyadari perasan Jordan) setelah saya menonton ‘Last Dance'. Sebelumnya, saya tidak pernah berpikiran jika ia (MIchael Jordan) merasa apa yang rasakan itu (seperti diungkap dalam dokumenter tersebut)," kata salah satu point guard terbaik di era 90’an tersebut. Sementara itu, menurut eks Power Forward Chicago Bulls, Horrace Grant, apa yang dikatakan Michael Jordan dalam episode terakhir dokumenter tersebut, sebagai kebohongan publik. Dalam sebuah wawancara dengan ESPN di Chicago, Grant yang meninggalkan Bulls untuk bergabung dengan Orlando Magic itu, mengaku geram dibuatnya.

BACA JUGA: Dilamar Vicky Prasetyo, Kalina Ocktaranny Tulis Pesan Bucin Bak ABG

Apa yang dikatakan Jordan di Last Dance soal buku “The Jordan Rules”, yang salah satu isinya adalah tentang kontrovesi Michael Jordan dan Chicago Bulls, adalah sebuah kebohongan. Perlu diketahui, “The Jordan Rules” adalah salah satu buku best-seller, tentang kontroversi Jordan dan Chicago Bulls di masa keemasannya. “Bohong, bohong, bohong. Jika MJ punya dendam pada saya, mari kita selesaikan dengan cara jantan. Mari kita bicarakan (baik-baik). Atau kita bisa melakukannya dengan cara lain. Namun apa yang ia lakukan adalah memasukan kebohongan ini (dalam dokumenter itu), dan bahwa saya adalah sumber dari buku (The Jordan Rules ) itu,” ujarnya menyayangkan. (ruf/gw/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: