Daftar Jalan Tol yang Siap Digunakan saat Nataru

Daftar Jalan Tol yang Siap Digunakan saat Nataru

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menyampaikan sejumlah jalan tol dan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), serta jalan nasional, siap digunakan saat libur Natal dan Tahun Baru. Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo mengtakan, persiapan jalan tol juga berkaitan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan melakukan beberapa kebijakan untuk menekan mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. "Dalam rangka pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2020 yang akan datang, yang kami lakukan atau yang kamu persiapkan terkait dengan kesiapan Infrastruktur," kata John. Berikut sejumlah Jalan tol yang siap digunakan pada saat Nataru: Jawa 1. Jalan tol di Pulau Jawa yang operasional sepanjang 1.629 km 2. TIP di dalam tol trans Jawa: 92 TIP (54 TIP A, 30 TIP B, dan 8 TIP C) 3. Ruas jalan tol tambahan siap digunakan: -Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin-Kayu Manis): 3 km (operasional) -Cibitung-Cilincing Seksi 1 (Cibitung-Telaga Asing): 2,6 km (operasional) -Serpong-Cinere Seksi 1 (Serpong IC-Pamulang IC) (operasional) -Cengkareng-Kunciran: 14,19 km (opersional) -Cimanggis-Cibitung Sekesi 1A (Cimangis-jatikarya): 3,17 km (operasional) -Bekasi-Cawang-Kp Melayu Seksi 1A (konesi tol to tol Wiyoto + on ramp Jatiwaringin): 1,17 km (operasional) -Jakarta Cikampek Selatan (SS Sadang-SS Kutanegra): 8,6 km (fungsional arus balik) -On/Off ramp km 42+500 jalan tol Jagorawi (opersional) -SS Bojong Pekalongan jalan tol Pemalang-Batang (operasional) -Cisumdayu seksi 1,2 dan 3: 32,6 km (fungsional) -Serang-Panimbang seksi 1 (Serang-Rangkas Bitung) 26,5 km (operasional) 4. Ruas jalan nasional yang siang digunakan sepanjang 5.026 km -Lintas Utara jawa 1.341 km (Mantap 92 peersen) -Lintas tengah Jawa 1.197 km (Mantap 95 persen) -Lintas Selatan Jawa 888 km (Mantap 97 persen) -Pantai Selatan Jawa 1.599 km (Mantap 93 persen) Pulau Sumatera 1. Jalan tol trans Sumatera yang operasional sepanjang 673 km -Bakauheni-Terbanggi Besar: 140 km -Terbanggi Besar-Pematang panggang-Kayu Agung: 189 km -Kayu Agung-Palembang-Betung (Kyu Agung-SS Kramasan): 38 km -Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi: 62 km -Belawan-Medan-Tanjung Moraw: 43 km -Palembang-Indralaya: 22 km -Pekanbaru-Dumai: 132 km -Medan-Binjai: 18 km -Sigli-Banda Aceh (Seksi 4 Indrapura-Blang Bintang): 30 km 2. TIP di jalan tol trans Sumatera sejumlah 23 TIP (20 TIP A, dan 3 TIP B): -8 TIP di Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar -9 TIP di Ruas Terbanggi-Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung -2 TIP di Ruas Medang-Kulanamu-Tebing Tinggi -4 TIP di Ruang Pekanbaru-Dumai 3. Ruas jalan nasional yang siap digunakan sepanjnag 7.918 km -Jalan Lintas Barat 2.562 km (Mantap 97 persen) -Jalan Lintas Timur 3.019 km (Mantap 95 persen) -Jalan Lintas tengah 2.338 km (Mantap 93 persen) Kalimantan dan Sulawesi 1. Jalan tol yang operasional antara lain: -Balikpapan-Samarinda: 97,3 km -Manado-BItung (Manado-Danowudu): 26,4 km -Ujung Pandang/Makassar seksi 1-3: 10,1 km -Ujung Pandag/Makassar seksi 4:11,6 km 2. Ruas jalan nasional di Kalimantan dan Sulawesi secara umum dalam kondisi mantap Dukungan lainnya di ruang-ruas jalan tol dan jalan nasional -Untuk meningkatkan layanan transaksi, akan disediakan mobile reader, mobile top up, dan penjualan kartu perdana uang elektronik pad gerbang tol dengan kepadatan lalu lintas tinggi. -Pada ruas-ruas rawan kemacetan akan disediakan 37 toilet cabin, 26 unit obil tangki air, 10 bis toilet, 20 unit vacum tinja, dan 34 hidran umum di lokasi rest area jalan tol dan ruas jalan nasional. -Tim tanggap bencana untuk mengantisipasi kondisi darurat pada titik-titik rawan bencana (banjir, genangan air, dan tanah longsor). -Sistem contraflow/one way/buka-tutup jalan tol akan diterapkan secara kondisional berdasarkan pemantauan lalu lintas di lapangan (CCTV/RTMS) dan/atau sesuai pengaturan Korlantas-Polri. -Posko siaga sapta taruna natal 2021 dan tahun baru 2022 terbesar di jaringan jalan nasional di seluruh Indonesia. -Kementerian PUPR akan terus berkoordinasi dengan Kemenhub, Korlantas, BMKG, BUJT dan K/L lain yang terkait untuk mengantisipasi peningkatan penumpang menjelang Natal 2021 dan tahun baru 2022. (der/fin)

Sumber: