Energy Watch: Wajar Direktur Energi Primer PLN Dicopot

Energy Watch: Wajar Direktur Energi Primer PLN Dicopot

  JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai pencopotan Direktur Energi Primer PLN, Rudy Hendra Prastowo adalah suatu hal yang sangat wajar dilakukan oleh Menteri BUMN. Mamit menilai, kejadian terulangnya krisis batu bara untuk pembangkit listrik PLN tidak dapat ditolerir lagi. Krisis batu bara sangat mempengaruhi keandalan pasokan listrik bagi masyarakat yang tentunya sedang membutuhkan listrik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan bangkit dari situasi pandemi. "Saya melihatnya bahwa ini adalah merupakan salah satu keputusan yang mesti diambil oleh Kementerian BUMN karena memang PLN mengalami krisis terkait batu bara," ujar Mamit kepada Fin.co.id, saat dihubungi pada Kamis, 6 Januari 2022. BACA JUGA: Terungkap, Alasan Erick Thohir Copot Direktur PLN Harga Batu Bara Acuan Ditetapkan USD158,5 per Ton di Januari 2022 Menurut Mamit, Menteri BUMN melihat seharusnya persoalan pasokan batu bara ini adalah tanggung jawab dari Direktur Energi Primer dalam mengatur tata kelola terhadap batu bara ataupun energi yang lain seperti LNG dan lain-lain. "Karena ini yang diperlukan oleh PLN dalam rangka memberikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat," tuturnya. Terjadinya krisis pasokan batu bara untuk pembangkit listrik hingga kedua kalinya, kata Mamit, menunjukkan bahwa Direktur Energi Primer PLN gagal dalam mengantisipasi kebutuhan energi PLN. Hal ini tentu membahayakan situasi nasional, serta merugikan para pengusaha batu bara maupun negara, karena kejadian ini membuat ekspor batu bara dihentikan. "Saya melihatnya bahwa Menteri BUMN melihat bahwa Direktur Energi Primer PLN saat ini gagal dan tidak mampu untuk menjaga pasokan batu bara sehingga sempat mengalami krisis. Sehingga pastinya juga ini kan banyak pengusaha-pengusaha batu bara yang merasa dirugikan dengan kebijakan ini," tegasnya. Adapun terkait temuan saat Menteri BUMN sidak bersama Menteri ESDM ke war room PLN, disebut Mamit bukan menjadi alasan dicopotnya Rudy Hendra Prastowo. Sebab harus dimaklumi bahwa war room itu tengah di sterilkan pasca Dirut PLN Darmawan Prasodjo terinfeksi virus corona. "Jadi sebenarnya tidak terlalu ke masalah sidak, tetapi lebih ke kinerja Direktur Energi Primer dalam memenuhi kebutuhan energi sehingga terjadi krisis terhadap pasokan batu bara," pungkasnya. BACA JUGA: Penjualan Listrik Diproyeksi Naik 8 Persen pada 2022 Tahun 2022 Baru Berjalan, PIS Kantongi 5 Kontrak Senilai USD 3,2 Juta Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Energi Primer PLN, Rudy Hendra Prastowo dan mengangkat Hartanto Wibowo karena dianggap mampu untuk mengatasi persoalan kebutuhan energi primer PLN. "Saya baru saja menandatangani surat pergantian direktur energi primer di PLN dengan saudara Hartanto Wibowo merupakan Top Talent yang ada di PLN, usianya 45 tahun dan saya lihat juga dari berbagai background punya kemampuan dan daya, juga sudah minta sama saudara Hartanto untuk memastikan hal-hal yang kita alami seperti ini tidak boleh terjadi lagi," ungkap Erick dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini. Erick mengatakan, sebagai negara penghasil sumber daya alam, tentu menjadi hal yang aneh jika sampai terjadi PLN kekurangan batu bara. Ia juga menyinggung kejadian serupa yang terjadi pada Januari 2021, dimana ia ketika itu sudah jelas memberikan arahan agar PLN bisa mengelola dengan baik kebutuhan energi primer. "Kenapa, saya rasa kita ini negara penghasil sumber daya alam dan kalau dilihat komposisinya pun cukup aman. Banyak negara yang tidak punya sumber daya alam tidak mengalami krisis energi. Artinya apa, ada sesuatu yang harus kita perbaiki sama-sama," tegasnya. (git/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: