Prokes dan Vaksin Saling Melengkapi

Prokes dan Vaksin Saling Melengkapi

JAKARTA - Pentingnya masyarakat mendapatkan vaksinasi bertujuan agar tercipta herd immunity alias kekebalan kelompok. Meskipun vaksinasi memberikan kekebalan secara individu, namun terciptanya herd immunity akan melindungi masyarakat yang tidak memperoleh vaksinasi. "Untuk mencapai kekebalan kelompok atau komunitas ini, prinsip gotong royong merupakan hal yang utama. Kekebalan komunitas dapat dicapai, apabila masyarakat yang sehat dan memenuhi kriteria melakukan vaksinasi. Sehingga dengan jumlah yang memadai, maka akan tercipta herd immunity. Sekaligus melindungi kelompok-kelompok yang tidak divaksinasi," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di Jakarta, Jumat (11/12).

BACA JUGA: Sebut Semua Pria Terpukau Pesona Gisel, Hotman Paris: Akhhh Mantabbbbbb!!!

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui beberapa kriteria ideal vaksin yang berkualitas. Diantaranya efikasi dan efektivitas. Kedua aspek ini memiliki peran untuk mengukur manfaat vaksin dalam mengendalikan Covid-19. Wiku menjelaskan secara rinci, aspek pertama adalah efikasi. Yaitu besarnya kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu di kondisi ideal dan terkontrol. "Hal ini dapat dilihat dari hasil uji klinis vaksin di laboratorium yang dilakukan kepada populasi dalam jumlah yang terbatas," ungkapnya. Aspek kedua, adalah efektivitas. Yakni kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu, pada lingkup masyarakat luas. "Yaitu penilaian kemampuan vaksin melindungi masyarakat secara luas yang masyarakat tersebut adalah heterogen," lanjutnya.

BACA JUGA: Refly Harun: Polisi Nampak Tidak Puas Jika Habib Rizieq Hanya Disangkakan dengan UU Karantina

Dalam hal efektivitas, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi. Faktor pertama adalah penerima vaksin. Seperti usia, komorbid (penyakit penyerta), riwayat infeksi sebelumnya, serta jangka waktu sejak vaksinasi dilakukan. Faktor kedua, adalah karakteristik dari vaksin tersebut. Seperti jenis vaksin, active atau inactivated , komposisi vaksin dan cara penyuntikannya. Faktor ketiga, adalah kecocokan strain pada vaksin, dengan strain pada virus yang beredar di masyarakat. "Untuk mengetahui aspek efektivitas vaksin, maka perlu adanya data surveilans. Ini untuk melihat perkembangan kasus serta memantau dampaknya. Data imunisasi untuk melihat cakupan imunisasinya. Data klinis individu pendukung untuk melihat aspek lain yang mempengaruhi kondisi kesehatan individu," paparnya. Meski vaksin sudah tersedia, Wiku mengingatkan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Patuhi dan laksanakan disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Karena vaksin dan 3M ini jika gabungkan hasilnya akan sangat efektif," pungkasnya. (rh/fin)

Sumber: