Sosialisasi 3M Harus Konsisten

Sosialisasi 3M Harus Konsisten

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan sosialisasi penerapan disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) harus dilakukan seara kontinu dan konsisten. Tujuannya agar betul-betul menjadi kebiasaan baru dan gaya hidup masyarakat. "Tugas kita adalah mengingatkan terus soal 3M ini. Jangan sampai terputus," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, dokter Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Jumat (11/12). Selama ini, pemerintah daerah melalui Satgas Penanganan COVID-19 telah memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan. Namun, kebanyakan dari sanksi tersebut bersifat edukatif dan cenderung agak lemah. Akibatnya, banyak masyarakat mungkin saja tidak terlalu khawatir dengan ancaman sanksi itu. "Masih ditemukan banyak pelanggaran. Misalnya tidak memakai masker atau berkumpul tanpa menjaga jarak. Jadi, memang penegakan hukumnya mungkin harus diperkuat lagi," imbuhnya. Selain memberi penguatan penegakan hukum, saat bersamaan pemerintah atau pihak terkait harus gencar pula mengingatkan masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan. "Kalau ketemu orang di jalan tidak pakai masker, kita ingatkan. Atau kalau ada kerumunan dibubarkan," jelasnya. Ia menambahkan mata rantai kasus positif hanya diputus dengan cara isolasi mandiri. Di sisi lain, Siti Nadia mengaku saat ini kecenderungan masyarakat patuh pada penerapan protokol kesehatan mulai agak menurun. "Padahal, 3M merupakan salah satu kunci utama dalam membentengi diri agar tidak terpapar COVID-19. Karena itu, harus terus dilakukan. Kapan pun dan dimana pun," pungkasnya. (rh/fin)

Sumber: