Jokowi Bungkam Soal Penembakan 6 Laskar FPI, Rocky Gerung: Memang Dia ga ada Akalnya!

Jokowi Bungkam Soal Penembakan 6 Laskar FPI, Rocky Gerung: Memang Dia ga ada Akalnya!

JAKARTA- Pengamat Politik Rocky Gerung menilai, sikap presiden Joko Widodo alias Jokowi yang bungkam dengan peristiwa penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian di tol Jakarta-Cikampek km 50, menandakan bahwa Jokowi tidak mempunyai kemampuan dalam melihat permasalahan. "Bahasa tubuhnya tidak terlihat paham tentang keadaan, dangkal, tidak menunjukan semacam intensi untuk perdamaian. Jadi konfrontasi akan berlangsung terus karena arogansi kekuasaan. Konfrontasi antara masyarakat sipil dan Istana," papar Rocky Gerung dikutip dari Chanel YouTubenya, Sabtu (12/12). Rocky Gerung mengatakan, seharusnya Jokowi tampil menenangkan pertikaian antar sesama anak bangsa. Misalnya, Jokowi bisa menyinggung soal penembakan 6 laskar FPI itu ketika berikan pidato di hari Hak Asasi Manusia (HAM) dunia yang jatuh pada 10 Desember 2020 kemarin. "Karena ga ada lagi keterangan di mana kita bisa percaya Presiden. Bahwa Presiden bisa bertindak adil dalam persoalan ini. Bukan dia tutup mulut, dia tutup akalnya, atau bukan dia tutup akalnya, memang dia ga ada akalnya untuk menyelesaikan soal ini," ujar Rocky Gerung. Rocky Gerung menilai, Jokowi tidak punya kemampuan untuk menghasilkan kebijakan publik. Karena dia memang dari awal dikendalikan oleh biasa yang disebut sebagai oligarki. "Jadi ini kepala negara yang tidak punya visi. Dan presiden yang tidak untuk memutuskan publik polusi. Nah dalam keadaan itu dia merasa diganggu oleh masyarakat sipil," kata dosen Ilmu Filsafat ini. Lebih jauh, menurut Rocky, ancaman Polri untuk menangkap Habib Rizieq merupakan perintah Presiden. "Secara implisit itu perintah presiden. Karena Presiden diam, mala aparat menganggap bahwa, oke kita lakukan penangkapan dengan cara kekerasan. Lain kalau Presiden ucapkan sesuatu untuk menenangkan keadaan," katanya. Diketahui, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan Jakarta Barat. Habib Rizieq tiba di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12) sekitar pukul 10:24 WIN. Habib Rizieq datang menggunakan mobil berwarna putih dengan pelat nomor B-1-FPI bersama rombongan, salah satunya Sekretaris Umum FPI Munarman dan kuasa hukumnya, Aziz Yanuar. (dal/fin).  https://youtu.be/36qMHvljAgI

Sumber: