Felix Siauw Akui Terusik: Siapa pun yang Dilabeli Musuh Negara, Langsung Diputuskan Nasibnya

Felix Siauw Akui Terusik: Siapa pun yang Dilabeli Musuh Negara, Langsung Diputuskan Nasibnya

JAKARTA- Ustad Felix Siauw ikut memberikan komentar terkait 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak oleh Polisi di tol Jakarta-Cikampek Senin lalu. Seperti dikatakan pihak FPI, bahwa Polisi yang menguntit rombongan Habib Rizieq Shihab merupakan mobil biasa, bukan mobil dinas. Juga aparat tidak mengenakan pakaian seragam. Felix Siauw berandai jika satu saat dia berada di jalan tol, lalu ada pengendara lain yang mengganggu jalannya di tol. Dia amati, pengendara itu berpakaian biasa, kendaraannya pun biasa, sama-sama pengguna tol seperti dia. "Saya pun terganggu, saya meng-klakson, melindungi jalur jalan yang memang hak saya. Ternyata kendaraan tadi polisi yang menyamar, saya dianggap menghalangi tugas polisi. Lalu apakah itu jadi alasan untuk memberondong saya dengan peluru tajam? Apakah itu membolehkan polisi untuk membunuh dan membantai saya dengan sadis?" tanya Felix Siauw dikutip akun twitternya, Sabtu (12/12). Felix menilai, kejadian penembakan itu sangat mengusik. Seolah penegak hukum bekerja semaunya. Siapa yang jadi musuh negara, langsung diputuskan nasibnya. "Jujur saja, kejadian ini sangat mengusik, karena siapapun yang sudah dilabeli musuh negara, maka langsung diputuskan nasibnya. Tak ada lagi pengadilan, pembuktian. Hukum tiada," ucap Felix Siauw. Dia mengatakan, sejarah sudah menunjukkan, power tends to corrupt, absolute power absolute corrupt. Kekuasaan yang mutlak itu pasti akan disalahgunakan. "Dan sepertinya polisi sekarang mutlak kuasanya," katanya. "Apapun bisa diatur, semuanya sudah dimiliki. Jangankan yang ada, yang tidak ada juga bisa direkayasa. Dan ini bukan pertamakalinya, itu semua sudah dilakukan dan itu semua biasa" papar dia. (dal/fin). 

Sumber: