Korupsi LPEI, Kejagung Kembali Tetapkan 5 Tersangka Baru

Korupsi LPEI, Kejagung Kembali Tetapkan 5 Tersangka Baru

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan lima orang tersangka baru kasus dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang merugikan negara Rp4,7 triliun. Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pihaknya telah menetapkan lima orang tersangka baru pada kasus dugaan korupsi di LPEI. Disebutkannya para tersangka yaitu Josef Agus Susanta selaku Kepala Kantor Wilayah Surakarta LPEI 2016, Suyono selaku Direktur PT Jasa Mulia Indonesia, Direktur PT Mulia Wallet Indonesia serta Direktur PT Borneo Wallet Indonesia. Kemudian, Arif Setiawan sebagai Direktur Pelaksana IV LPEI merangkap Komite Pembiayaan merangkap Direktur Pelaksana III pada LPEI periode 2016 dan dan selaku Komite Pembiayaan (Pemutus) Group Johan Darsono. "Selanjutnya Ferry Sjaifullah, sebagai Kepala Divisi Pembiayaan UKM pada LPEI periode 2015-2018, dan Direktur merangkap pemilik PT Mount Dreams Indonesia Johan Darsono," katanya dalam keterangan persnya, Kamis, 6 januari 2022. Dikatakannya untuk mempermudah penyidikan, terhadap kelimanya dilakukan penahanan. Mereka ditahan selama 20 hari kedepan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan cabang Kejaksaan Agung. "Para tersangka ditahan selama 20 hari ke depan mulai hari ini, Kamis 6 Januari 2022," tuturnya. Seperti diketahui, LPEI diduga melakukan penyelenggaraan pembiayaan ekspor ke berbagai debitur tanpa melalui tata kelola yang baik. Tindakan tersebut berdampak pada meningkatnya kredit macet atau “non performing loan” (NPL) sebesar 23,39 persen. Padahal, berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2019, LPEI mengalami kerugian sebesar Rp4,7 triliun. Sebelumnya delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Adapun delapan tersangka sebelumnya, adalah Didit Wijayanto Wijaya, seorang pengacara. kemudian IS selaku mantan Direktur Pelaksana UKM dan Asuransi Penjaminan LPEI Tahun 2016-2018. Tersangka ketiga, NH selaku mantan Kepala Departemen Analisa Risiko Bisnis (ARD) II LPEI Tahun 2017-2018, EM selaku mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Makassar (LPEI) Tahun 2019-2020, CRGS selaku mantan Relationship Manager Divisi Unit Bisnis Tahun 2015-2020. Kemudian, AA selaku Deputi Bisnis pada LPEI Kanwil Surakarta tahun 2016-2018, ML selaku Mantan Kepala Departemen Bisnis UKMK LPEI dan RAR selaku Pegawai Manajer Resiko PT. BUS Indonesia.(lan/gw)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: