Genjot Ekspor, Bea Cukai Sambangi Pengguna Jasa

Genjot Ekspor, Bea Cukai Sambangi Pengguna Jasa

JAKARTA – Kantor Bea Cukai Cikarang dan Bea Cukai Surakarta terus berupaya menggenjot ekspor dari daerah masing-masing melalui kegiatan asistensi langsung kepada para pengguna jasa terkait fasilitas ekspor. Dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional, Bea Cukai Cikarang memberikan dukungan penuh kepada para perusahaan untuk dapat meningkatkan ekspornya, salah satunya kepada PT Indo Sultan Jaya melalui kegiatan bertajuk Customs Visit Customer (CVC), Kamis (10/12). Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang, Deny Isworo dalam kunjungannya menyaksikan kedatangan  material RBDPO pertama setelah melalui proses tooling manufacture yang ditandai dengan pemotongan pita bersama. Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) adalah minyak sawit yang telah mengalami proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak bebas serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan penghilangan bau. Deny menyampaikan bahwa PT Indo Sultan Jaya merupakan perusahaan yang memproduksi sabun, kemudian dikemas dengan merek dagang khusus untuk dipasarkan ke sejumlah negara. “Dengan adanya proses pengolahan CPO menjadi RBDPO ini, tentunya akan semakin meningkatkan jumlah ekspor dari PT Indo Sultan Jaya,” ujar Deny. Presiden Direktur PT Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan mengucapkan terima kasih serta memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya atas fasilitas serta bimbingan yang telah Bea Cukai berikan. “Tentunya pencapaian ini tidak lepas dari campur tangan Bea Cukai. Semoga kegiatan CVC ini dapat memperkuat  sinergi antara Bea Cukai dan pengguna jasa di wilayah Bea Cukai Cikarang,” tutur Ahmed. Masih dalam rangka mendorong ekspor dengan menyambangi pengguna jasa, Bea Cukai Surakarta mengunjungi berbagai UMKM di Wilayah Solo Raya yang berorientasi Ekspor, Senin (07/12) lalu. Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso dalam kunjungannya mengulik dampak pandemi Covid-19 terhadap ekspor yang biasa UMKM lakukan. “Secara keseluruhan, ekspor selama pandemi turun drastis, namun saat ini telah berangsur membaik,” ujar Budi. Budi juga menawarkan fasilitas kepada UMKM yang diberikan oleh pemerintah yaitu fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE IKM). Selain itu, kata Budi, Bea Cukai Surakarta juga bersinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dalam hal pembiayaan dalam rangka membantu UMKM yang membutuhkan modal. “Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, UMKM dapat bangkit kembali dan berkembang menjadi lebih besar melalui fasilitas KITE IKM sehingga bisa bersaing di pasar global,” pungkas Budi.(rls/fin)

Sumber: