Bea Cukai Bahas Efisiensi Ekspor Produk Hasil Laut

Bea Cukai Bahas Efisiensi Ekspor Produk Hasil Laut

BALIKPAPAN– Sebagai bentuk kolaborasi antar unit vertikal di lingkungan Bea Cukai dalam mewujudkan fungsi trade facilitator, sebanyak 35 pegawai dari beberapa kantor Bea Cukai wilayah tengah dan timur hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) ekspor marine product. Beberapa kantor tersebut diantaranya Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Kanwil Bea Cukai Sulbagsel, Kanwil Bea Cukai Maluku, Bea Cukai Ambon, Bea Cukai Ngurah Rai dan Bea Cukai Sorong. “FGD ini dalam rangka terus meningkatkan pelayanan, simplifikasi dan efisiensi ekspor marine product kepada pengguna jasa,” terang Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Cerah Bangun, Rabu (8/12). Lebih lanjut, Cerah menyampaikan bahwa hasil FGD ini nantinya bisa menunjang efisiensi dan kecepatan ekspor marine product. Salah satu topik utama dalam FGD tersebut ialah pembahasan ekspor langsung produk perikanan oleh Bea Cukai Balikpapan, Manado, dan Makassar dengan rata-rata pemberangkatan produk sebanyak 11-18 ton ke negara-negara demand (Malaysia, Singapura dan Jepang). “Ada beberapa kendala yang perlu diperbaiki dalam direct call ekspor marine product diantaranya masih rendahnya kualifikasi ikan grade A yang ditangkap nelayan, mahalnya harga es batu, interkoneksi wilayah belum berjalan sepenuhnya serta terbatasnya buyer,” ungkap Cerah. Sebagai upaya untuk mewujudkan ekspor produk hasil laut yang efektif, kata Cerah, Bea Cukai akan menentukan hub ekspor yang paling efisien. Dari kajian yang disampaikan, setidaknya untuk menjadi hub ekspor marine product harus dekat dengan sumber daya, harus dekat dengan negara demand, juga harus mempertimbangkan biaya-biaya logistik yang timbul. “Harapan kedepannya adalah bisa menentukan hub ekspor marine product yang paling menguntungkan bagi pengguna jasa. Pelayanan yang cepat, efisien dan prosedur yang mudah,” ujar Cerah.(rls/fin)

Sumber: