Satgas Wanti Wanti Libur Panjang

Satgas Wanti Wanti Libur Panjang

JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan ada efek domino dari kegiatan masyarakat yang bepergian untuk libur panjang. Hal ini dinilai berpengaruh terhadap lonjakan kasus kematian karena COVID-19. "Pekan keempat setelah libur panjang (libur panjang di Oktober 2020) angka kematian juga terus naik. Ini juga yang harus kita waspadai kenapa akhirnya kematian bertambah," kata Dewi dalam dialog virtual di Jakarta, Rabu (16/12). Dia menuturkan setelah libur panjang Oktober 2020, pada pekan keempat setelahnya, angka kematian akibat COVID-19 dalam waktu satu pekan mencapai 900 orang. Pekan setelahnya juga masih di angka 900. "Kami pernah ingatkan juga masyarakat Indonesia, sebenarnya memang event awalnya mungkin libur panjang. Tetapi kan libur panjang itu bukan menjadi sebuah gara-gara ketika ada variabel lain yang bermain," imbuhnya. Variabel lain tersebut, katanya, antara lain peningkatan mobilitas, potensi kerumunan, kapasitas pelayanan kesehatan, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Dewi menuturkan saat libur panjang, terjadi peningkatan mobilitas penduduk. Ketika terjadi peningkatan mobilitas penduduk dan pergerakan orang ke satu tempat yang sama dalam satu waktu. Hal itu berpotensi terjadi kerumunan. Setelah terjadi potensi kerumunan, variabel selanjutnya terkait kepatuhan terhadap protokol 3M. Ada kondisi di mana 3M juga sulit diterapkan, terutama menjaga jarak ketika kerumunannya juga semakin banyak. "Jadi ketidakpatuhan kepada 3M akan meningkatkan penularan yang terjadi di sebuah tempat.. Kalau libur, tapi di rumah aja tidak kemana-mana, sebenarnya tidak ada masalah. Tapi ketika ada mobilitas, ada kerumunan. ada ketidakpatuhan, maka muncul penularan," tutur Dewi.(rh/fin)

Sumber: