Anggaran Terkena Refocusing, Wamentan Harvick Cari Solusi Bantu Petani Terdampak Pandemi

Anggaran Terkena Refocusing, Wamentan Harvick Cari Solusi Bantu Petani Terdampak Pandemi

  JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak juga dengan anggaran di Kementerian Pertanian. Padahal sektor pertanian jadi salah satu penyumbang APBN sebesar 16,28 persen pada tahun 2020 kemarin. Memang selama pandemi, pemerintah tengah melakukan refocusing belanja untuk menangani wabah virus Corona. Tak terkecuali di Kementerian Pertanian. "Besar sekali potongan di kita, refocusing. Misalnya untuk anggaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dari Rp5,9 triliun per tahun biasanya, sekarang cuma tinggal Rp2,2 triliun untuk tahun 2022," kata Wamentan Harvick saat melakukan kunjungan kerja yang bertajuk Gerakan Percepatan Tanam Padi MT1 di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, dikutip dari keterangannya, Kamis (2/12/2021). Menurutnya, refocusing ini tentu saja akan berdampak pula terhadap program-program di Kementerian Pertanian, terutama program bantuan kepada petani. Meski demikian, Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut mengaku memahami kondisi keuangan negara saat ini. Sehingga persoalan refocusing tidak menjadi kendala baginya untuk terus mendorong para petani berproduksi. "Tapi karena kami mengerti kondisi keuangan negara, kita punya semangat kita bisa cari jalan keluar," ujarnya. BACA JUGA: Wamentan Harvick Ke Mahasiswa Pendemo: Bantu Pemerintah Sosialisasi Ke Masyarakat Wamentan Harvick mengungkapkan para petani bisa mengoptimalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor Pertanian. Ia menambahkan, per awal Desember 2021, KUR Pertanian telah tersalurkan hingga hampir Rp75 triliun. Selain itu, para petani bisa juga memanfaatkan program-program kemitraan, seperti dari Agro Solution dan juga Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Bahkan, tambahnya, bisa saja mengundang investor untuk menanamkan modalnya, baik berupa bibit maupun teknologi. "Bisa dari KUR, bisa dari kemitraan seperti tadi Agro Solution, PIHC, investor kita undang, kita buat payung hukumnya, pak Bupati dan Muspida kawal," tutur Wamentan Harvick. Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Wamentan Harvick turut menjajal alat sistem pertanian (alsintan) berjenis Kubota Transplanter SPW-48c. Alsintan itu merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk menanam padi para petani di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Selain itu, Wamentan Harvick yang didampingi Bupati Cirebon, Imron Rosyadi juga turut menyerahkan bantuan berupa benih kepada kelompok petani di desa tersebut. (git/fin)

Sumber: