Ridwan Kamil Salahkan Mahfud MD, Ferinand: Cemen!

Ridwan Kamil Salahkan Mahfud MD, Ferinand: Cemen!

JAKARTA- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menko Polhukam Mahfud MD saling berbalas komentar di twitter. Hal itu lantaran Ridwan Kamil menuduh Mahfud sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kerumunan yang dibuat Habib Rizieq Shihab. Ridwan Kamil menilai, statemen Mahfud MD yang mengizinkan masyarakat menjemput HRS di Bandara, merupakan kesalahan besar. Sebab, masyarakat menafsirkan dengan pandangan yang berbeda-beda hingga terjadi kerumunan lain di beberapa tempat yang dibuat HRS dan pendukungnya. “Izinkan saya beropini secara pribadi terhadap rentetan acara hari ini. Pertama menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, di mana penjemputan HRS ini diizinkan,” ujar Ridwa Kamil di Mapolda Jawa Barat kemarin. Menanggapi, Mahfud MD mengatakan, dirinya siap bertanggung jawab atas kerumunan di Bandara. Sebab dia yang mengizinkan masyarakat untuk melakukan penjemputan. “Siap, Kang RK, saya bertanggungjawab. Sy yg umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya hak hukum untuk pulang. Saya juga yang mengumumkan HRS boleh dijemput asal tertib dan tak melanggar protokol kesehatan. Saya juga yang minta HRS diantar sampai ke Petamburan,” kata Mahfud MD di twitternya, Kamis (17/12). Mahfud MD mengatakan, diskresi pemerintah diberikan untuk penjemputan, pengamanan, dan pengantaran dari bandara sampai ke Petamburan. Tapi acara-acara lain selanjutnya bukan diskresi pemerintah “Acar pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan orang sudah di luar diskresi yang saya umumkan,” kata Mahfud. Ridwan Kamil kemudian merespon tanggapan Mahfud MD tersebut. Dia mengatakan, semua pimpinan pusat dan daerah harus memikul tanggung jawab. Jangan hanya kesalahan dibebankan ke daerah. Menurut dia, kerumunan di Bandara jauh lebih besar. “Siap pak Mahfud. Pusat daerah harus sama-sama memikul tanggung jawab. Mengapa kerumunan di Bandara yang sangat masif dan merugikan kesehatan/ekonomi, tidak ada pemeriksaan seperti halnya kami berkali-kali. Mengapa kepala daerah terus yang harus dimintai bertanggung jawab. Mohon maaf jika tidak berkenan,” kata Ridwan Kamil. Merespon kicauan dua tokoh bangsa ini, bekas kader Partai Demokrat, Ferdiand Hutahean menilai, Ridwan Kamil harusnya tahu, bahwa Polda Metro Jaya memeriksanya karena dia selaku pemerintah daerah setempat yang punya wewenang membubarkan kerumunan di Megamendung, Kabupatena Bogor. "Mil, anda diperiksa karena izin keramaian dan pembubaran keramaian itu adalah kewenangan Pemda," kata Ferdinand di twitternya, Kamis (17/12). Ferdinand bilang, Ridwan Kamil jangan cemen. Sebab pemeriksaan itu hanya bertujuan mencari fakta. "Peneriksaan itu bertujuan mencari fakta apakah ada ijin atau tidak atas keramaian Riziek Sihab. Apakah ada larangan atau teguran, supaya fakta hukumnya lengkap. Mahfud diluar ranah itu. Cemen!," pungkas Ferdinand Hutahaean. (dal/fin)

Sumber: