Ferdinand Semprot Mereka yang Ogah Berterima Kasih ke Jokowi Soal Vaksin Gratis: Otak Kalian Sudah Rusak!

Ferdinand Semprot Mereka yang Ogah Berterima Kasih ke Jokowi Soal Vaksin Gratis: Otak Kalian Sudah Rusak!

JAKARTA- Mantan kader Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai, rakyat Indonesia wajib berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menggratiskan vaksin Covid-19. Ferdinand mengibaratkan pemerintah sebagai orang tua yang memberikan pelayanan kepada anak-anaknya. "Seorang anak berhak untuk dirawat oleh orang tua. Ayah ibu juga punya kewajiban merawat anaknya. Tapi sang anak harus dan wajib berterimakasih kepada orang tua atas hak yang diterimanya. Masa rakyat berterimakasih kepada pemimpinnya karena mendapat haknya ngga boleh? Otak kalian benar-benar sudah rusak," ujar Ferdinand Hutahaean dikutip twitternya, Jumat (18/12). Lebih jauh, Ferdinand menyebut negara melindungi dan memelihara orang-orang miskin sebagai amanat konstitusi. Pemerintah sejauh ini telah berupaya memberikan bantuan perekonomian warga miskin, maka patut mengucapkan terimakasih untuk semua itu. "Konstitusi mengatur bahwa orang miskin dipelihara oleh negara. Maka Pemerintah memberi banyak bantuan kepada warga negara yang tergolong miskin mulai dari uang tunai hingga beras dan lainnya. Atas hak yang diterimanya tersebut maka wajar dan sepatutnya rakyat berterimakasih kepada pemimpinnya," ucap Ferdinand Hutahaean. Dia bilang, orang yang mempermasalahkan ucapan terima kasih ke pemerintah merupakan orang-orang tak mampu berfikir. Menurutnya, terima kasih merupakan bukti manusia beradab. "Mempermasalahkan ucapan terima kasih dari rakyat kepada pemerintah dalam hal ini presiden atas vaksin covid yang digratiskan adalah bentuk kegoblokan dan kerusakan otak yang mengakibatkan pikiran tak mampu lagi berpikir sehat bahwa terimakasih itu bukti kita manusia beradab," pungkasnya. Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan vaksin Covid-19 akan diberikan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya ke masyarakat. Selain gratis, Jokowi juga bersedia menjadi orang pertama yang disuntik vaksin tersebut. Hal itu menurutnya agar memberi contoh kepada masyarakat bahwa vaksin tersebut aman digunakan. (dal/fin).

Sumber: