WHO Selidiki Virus Corona ke Wuhan

WHO Selidiki Virus Corona ke Wuhan

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengirim tim internasional yang terdiri dari 10 ilmuwan untuk mempelajari awal mula kasus Covid-19 di Wuhan, Cina. Penyelidikan akan dimulai pada awal Januari 2021. Dimulai dari Wuhan, yang diduga berasal dari pasar yang menjual binatang di kota itu. Sebelumnya, Beijing enggan menyetujui penyelidikan independen dan WHO harus melakukan negosiasi selama berbulan-bulan untuk dapat izin masuk Wuhan.

BACA JUGA: Ferdinand Semprot Mereka yang Ogah Berterima Kasih ke Jokowi Soal Vaksin Gratis: Otak Kalian Sudah Rusak!

Direktur kedaruratan regional Pasifik Barat WHO Babatunde Olowokure mengatakan, organisasinya sedang dalam pembicaraan dengan Pemerintah Cina mengenai di mana saja para penyelidik menjalankan tugasnya. "WHO terus berhubungan dengan China membahas tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi tim internasional," kata Olowokure, dikutip dari Reuters, Kamis (17/12). Pencarian sumber virus meningkatkan ketegangan dengan banyak negara terutama Amerika Serikat (AS). Pemerintah Presiden AS Donald Trump menuduh Cina menutupi wabah di awal pandemi.

BACA JUGA: Geramnya Ulil Abshar: Sampai Mimpi Saja Dipolisikan, Maunya Apa Orang-orang Ini?

Seorang biolog yang ikut dalam kunjungan WHO itu mengatakan, bahwa lembaga kesehatan PBB tersebut tidak mencari siapa yang harus disalahkan. Tapi cara untuk mencegah pandemi di masa depan. "Ini bukan tentang menemukan negara yang bersalah," kata Fabian Leendertz dari pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Jerman, Robert Koch Institute seperti dikutip BBC. "Ini tentang mencoba memahami apa yang terjadi dan melihat apakah berdasarkan data itu, kami dapat mengurangi risiko di masa depan," tambahnya.

BACA JUGA: Tak Berizin, OYO Gunung Sahari Kembalikan Pasien Isolasi Mandiri ke RS Mayapada

Leendertz mengatakan, tujuan penyelidikan ini untuk mencari tahu kapan virus Corona mulai menyebar. Bukan untuk mencari tahu apakah Wuhan sumber virus Corona. "Misi ini akan berlangsung selama empat hingga lima pekan," ujarnya. Dapat diketahui, bahwa pada awal pandemi Covid-19 diyakini berasal dari 'pasar basah' di Wuhan, Provinsi Hubei. Diduga tersebar melalui penularan dari hewan ke manusia. Tapi sekarang, para pakar menilai virus itu hanya diperkuat di sana.

BACA JUGA: Startup dan UKM Indonesia Menang di Ajang Business Model Competition 2020

Penelitian mengindikasi virus Corona yang mampu menginfeksi manusia sudah tersebar tak terdeteksi di kelelawar selama puluhan tahun. Pada akhir Desember lalu dokter di Wuhan Central Hospital Li Wenliang mencoba memperingatkan rekan-rekan medisnya mengenai wabah penyakit baru yang merebak.

BACA JUGA: Ade Armando: ILC Media Diskusi Mencerahkan, Sayang Ditunggangi Kadrun

Namun polisi memintanya untuk 'berhenti membuat komentar palsu' dan ia diselidiki atas 'menyebarkan rumor. Dr Li meninggal pada bulan Februari setelah mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona di Wuhan. Pada Februari muncul kecurigaan virus Covid mungkin virus yang bocor dari laboratorium di Wuhan. Jaringan komunikasi Departemen Luar Negeri AS menunjukkan para pejabat kedutaan khawatir dengan keamanan biologis di kota itu. (der/fin)

Sumber: