Torehan Fantastis The Reds

Torehan Fantastis The Reds

SELHURST - Liverpool membuat torehan fantastis. The Reds menjadi tim pertama yang mampu memuncaki Premier League di tiga musim Natal yang berbeda. Pencapaian luar biasa ini sekaligus menyamai rekor mereka sendiri di musim 1978/79. Menjamu The Reds di Selhurst Park Stadium, Sabtu (19/12), Crystal Palace kebobolan tujuh gol tanpa balas oleh Mohamed Salah dan kawan-kawan. Memainkan formasi 4-3-3, skuat bersutan Jurgen Klopp mendominasi penuh laga ini. Dengan 65 persen ball possession, Liverpool mencatatkan delapan shot on target, yang tujuh di antaranya tercatat sebagai gol.

BACA JUGA: Satgas: Pengetatan Aturan Perjalanan Libur Nataru untuk Tekan Kasus Covid-19

“Saya tidak mau puas dengan ini. Namun saya senang dengan hasilnya, karena ini bukan laga biasa. Namun bukan berarti kita boleh kegirangan (karena kompetisi musim yang ketat). Musim ini belum selesai. masih ada laga yang harus dimainkan. Tapi kami siap menyambutnya,” kata Jurgen Klopp di akhir laga, yang dikutip FIN dari BBC Sport, Minggu (20/12). "Kami mencetak gol indah tidak hanya di babak pertama, tapi terlebih lagi di babak kedua. Kontrol permainan ada di tangan kami, dan kami tidak memberikan celah bagi Crystal Palace utnuk bangkit. Jadi laga itu adalah penampilan yang luar biasa,” sambung Klopp yang baru saja dinobatkan sebagai pelatih versi Best FIFA Footbal Awards 2020.

BACA JUGA: Terpilih Jadi Ketum, Suharso Monoarfa Bertekad Kembalikan Kejayaan PPP

Setelah sempat mengawali musim dengan kurang meyakinkan, Liverpool akhirnya kembali menemukan performa terbaiknya. Kemenangan besar ini sekaligus pengobat luka, kekalahan 7-2 oleh Aston Villa di awal Oktober lalu. Liverpool tercatat sebagai juara bertahan Premier yang pertama kali kebobolan tujuh kali, semenjak Arsenal di tahun 1953. Di lain sisi, pelatih Crystal Palace, Roy Hodgson, merasa dipermalukan atas hasil ini. Setelah berkarir sebagai manajer sejak 1976, sudah banyak asam garam yang bisa dipetik dari perjalanannya selama itu. Namun kekalahan memalukan di Selhurst ini, mungkin akan menjadi kenangan terpahit dalam karirnya.

BACA JUGA: Pesan Fahri Hamzah ke Jokowi: Orang-orang di Sekitar Anda tak Peduli Jika Satu Saat Anda Diseret ke Mahkamah HAM

“Tidak ada hal baik yang bisa saya katakan (soal performa Crysal Palace). Hasil ini begitu memalukan. Kebanyakan pemain kami tidak pernah merasakan kekalahan 7-0 seperti ini. Kendati demikian kami tidak akan berlarut-larut. Tidak ada gunanya memikirkan hasil ini. Ada pelajaran yang harus dipetik dari sini,” ujar Hodgson menyikapi kekalahan timnya. Kemenangan besar The Reds atas The Eagles ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun 1989, Liverpool di masa itu membantai Palace dengan skor 9-0. Di musim yang sama itu pula, Livepool mengamankan gelar Premier League mereka, dengan keunggulan sembilan poin di klasemen akhir.(ruf/gw/fin)

Sumber: