Kanwil DJBC Bali Nusra Adakan Sosialisasi National Logistic Ecosystem

Kanwil DJBC Bali Nusra Adakan Sosialisasi National Logistic Ecosystem

BADUNG – Dalam rangka meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada seluruh Kementerian atau Lembaga dan Kepala Daerah untuk bersinergi menata ekosistem logistik nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE) yang dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional pada 16 Juni 2020 lalu. Bea Cukai merupakan salah satu unit kerja yang sangat dekat dengan kegiatan logistik dituntut untuk berperan aktif dalam percepatan penerapan inpres tersebut, sehingga Kantor Wilayah Bea Cukai Bali Nusra melangsungkan kegiatan Sosialisasi Inpres 5 Tahun 2020 pada Rabu (16/12). Kegiatan tersebut turut mengundang beberapa instansi lain seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, Otoritas Bandar Udara, Balai Karantina, BAPPENDA, BKIPM, PT. Angkasa Pura, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Pos Indonesia dan para pelaku usaha segmen ekspor-impor di wilayah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Hendra Prasmono selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT, menuturkan, “Melalui acara ini kami juga berkeinginan mengajak Bapak Ibu untuk dapat menyukseskan implementasi platform NLE ini agar cita-cita Indonesia memiliki ekosistem logistik yang efisien, efektif, kompetitif dan simple dapat terwujud.” Kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara daring tersebut menghadirkan Kukuh Sumardono Basuki selaku Ketua Tim NLE Kantor Pusat DJBC sebagai pembicara. Dalam pemaparannya, Kukuh menyampaikan “Key factors of reliability & timeliness dari NLE adalah komplesitas perijinan Impor, ketersediaan fasilitas track & trace, dan kemudahan akses layanan logistik. Pemerintah harus bersinergi dengan para pengguna jasa logistic lainnya agar bisa bersama-sama menata ekosistem logistik Indonesia yang lebih baik. “ “Bukan perkara yang mudah, tapi kita ingin seluruh komponen di dalam entitas logistik nasional tumbuh dan berkembang bersama-sama, karena logistik merupakan bagian dari daya tarik investasi. Kalau logistik Indonesia tidak bagus, tidak reliable, dan tidak timeliness maka jangan harap investasi bisa tumbuh, karena investor selalu menghitung efisiensi logistik sebagai pertimbangan utama.” pungkas Kukuh.(rls/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: