Dorong Ekspor Daerah, Bea Cukai Jateng DIY Keluarkan 17 Izin Kawasan Berikat

Dorong Ekspor Daerah, Bea Cukai Jateng DIY Keluarkan 17 Izin Kawasan Berikat

SEMARANG – Bea Cukai Jateng DIY berkomitmen untuk terus aktif mendukung implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah. Salah satu bentuknya adalah dengan program meningkatkan ekspor melalui pemberian fasilitas fiskal berupa izin kawasan berikat. “Dengan fasilitas kawasan berikat, perusahaan akan mendapat penangguhan bea masuk dan pajak dalam rangka impor tidak dipungut atas importasi bahan baku yang akan diolah dan kemudian hasilnya diekspor kembali,” jelas Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah dan DIY, Amin Tri Sobri, saat proses pemberian izin kawasan berikat kepada PT Sumber Masanda Jaya, secara daring pada Selasa (15/12). Dalam peresmian tersebut, Amin menegaskan bahwa fasilitas kawasan berikat akan menciptakan efisiensi sehingga membantu cashflow perusahaan sekaligus mempercepat proses importasinya, karena pada saat impor bahan baku juga tidak dilakukan pemeriksaan fisik di pelabuhan impor. Sepanjang tahun 2020 ini pihaknya telah memberikan tujuh belas izin kawasan berikat. Hal ini dengan tujuan untuk meningkatkan investasi dan ekspor di daerah, sehingga membantu perusahaan untuk bersaing dan tumbuh, menimbulkan dampak ekonomi positif terutama dalam masa pandemi ini. Namun, ia mengingatkan jika perusahaan tidak mematuhi ketentuan maka pihaknya tak akan segan menindak dan mencabut izin yang diberikan. “Kami berharap fasilitas ini dapat membantu menggerakkan dan memulihkan ekonomi daerah, yaitu dengan penanaman investasi, peningkatan ekspor, dan penyerapan tenaga kerja di sekitar perusahaan,'' ujarnya. Sementara itu, di kesempatan yang sama Direktur PT Sumber Masanda Jaya, Lee Young Jin, menyampaikan apresiasi dan tanggapannya kepada Bea Cukai. “Perusahaan kami memiliki bahan baku yang sangat banyak. Dengan adanya fasilitas pemerintah ini tentunya akan sangat membantu kami, terima kasih Bea Cukai dan pemerintah,” ujar Lee yang juga merasa sangat terbantu karena proses perizinan dari awal selalu dibantu oleh Bea Cukai Tegal. Ditambah lagi pada saat pemberian perizinan oleh kanwil juga dapat dilakukan secara daring, sehingga memudahkan. PT Sumber Masanda Jaya, merupakan perusahaan di bidang industri sepatu olahraga merek “Nike” yang berlokasi di Kab. Brebes Jawa Tengah. Dengan total nilai investasi Rp823 miliar, perusahaan berencana memproduksi sepatu olahraga 3,6 juta pasang/tahun, komponen sepatu sebanyak 5,16 Juta pasang/tahun, dan diikuti dengan rekrutmen pegawai sebanyak 10.000 orang karyawan. Ditambahkan Amin, tujuh belas izin kawasan berikat sebagian besar diberikan kepada perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen dan alas kaki yang menyerap banyak tenaga kerja.(rls/fin)

Sumber: