Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Makin Gencar Edukasi di Bidang Cukai

Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Makin Gencar Edukasi di Bidang Cukai

JAKARTA – Edukasi di bidang cukai terus dilakukan Bea Cukai di berbagai daerah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus menekan peredaran rokok ilegal secara tidak langsung. Edukasi tersebut dikemas dalam bentuk sosialiasi kepada masyarakat umum, pelaku usaha di bidang cukai, serta instansi pemerintahan. Bea Cukai Pasuruan memberikan edukasi kepada masyarakat di 12 kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Bersama Satpol PP di sana, edukasi lewat sosialisasi diberikan mulai dari bulan November hingga pertengahan Desember kemarin. “Kami harap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami urgensi gempur rokok ilegal dan berperan aktif di dalam memberantas produksi serta peredaran rokok ilegal. Kami juga akan melanjutkan sosialisasi ini ke dua belas kecamatan lainnya hingga penghujung tahun,” ungkap Hannan Budiharto, Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan. Edukasi cukai juga dilakukan Bea Cukai Yogyakarta dengan cara yang berbeda. Kali ini, Bea Cukai Yogyakarta menjadi narasumber di radio Pop FM. Pemeriksa Bea Cukai pada Bea Cukai Yogyakarta, Rudi Wicaksono dan Indah Ayu menyampaikan beberapa ketentuan di bidang cukai serta harapannya agar masyarakat dapat mendukung Bea Cukai dalam menekan angka peredara rokok ilegal. “Jika masyarakat mengetahui informasi adanya peredaran rokok ilegal, maka jangan ragu-ragu melapor ke kantor Bea Cukai terdekat untuk segera ditindaklanjuti. Karena penerimaan cukai nantinya akan digunakan untuk pembangunan negara,” ungkap Rudi. Sementara itu, Bea Cukai Bekasi bekerja sama dengan Bea Cukai Cikarang dan Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan sosialisasi cukai kepada perangkat kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi. Edukasi yang diberikan meliputi pengetahuan dasar terkait cukai, jenis-jenis barang kena cukai, serta pelunasan cukai. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, H. Uju mengungkapkan bahwa sosialisasi cukai ini adalah salah satu bentuk pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). “DBHCHT juga digunakan dalam upaya menekan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal, salah satunya dengan Sosialisasi seperti ini,” kata H. Uju. Hal serupa dilakukan Bea Cukai di wilayah perbatasan. Bea Cukai Jagoi Babang memberikan edukasi terkait cukai dan pemanfaatan DBHCHT kepada para pedagang di daerah Ngabang sebagai langkah preventif dalam menekan peredaran rokok ilegal. Selain untuk memberikan edukasi dan sosialisasi cukai, pemanfaatan DBHCHT juga disalurkan ke berbagai bidang di berbagai wilayah di Indonesia. Capaian pemanfaatan tersebut kali ini dibahas oleh Bea Cukai Magelang bersama Pemda Kabupaten Wonosobo. Siswanto, Pejabat Fungsional Bea Cukai Magelang menyampaikan, "Bea diberi kewenangan untuk menetapkan data capaian kinerja penerimaan cukai pemda sebagai salah satu perhitungan dasar alokasi DBHCHT yang disampaikan kepada DJPK. Untuk Kabupaten Wonosobo capaian kinerjanya sangat baik dan nilainya sudah maksimal baik kegiatan Pemberantasan barang kena cukai ilegal maupun sosialisasi ketentuan di bidang cukai. Kami sangat mengapresiasi atas kerja sama ini." Kabag Perekonomian dan SDA Setda Wonosobo, Siti Nuryanah menuturkan bahwa alokasi anggaran DBHCHT Kabupaten Wonosobo Tahun 2020 sebesar Rp 12,99 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 150 juta dialokasikan untuk kegiatan pemberantasan BKC ilegal dan Rp100 juta dialokasikan untuk kegiatan sosialisasi ketentuan di bidang cukai. "Untuk kegiatan sosialisasi ketentuan di bidang cukai, tahun 2020 telah dilakukan sosialisasi tatap muka sebanyak dua kali kepada perangkat daerah dan pedagang rokok atau vape, sosialisasi melalui baliho, media cetak berupa leaflet dan souvenir, media elektronik berupa siaran radio di empat stasiun radio, dan publikasi di media cetak sebanyak tiga kali. Untuk pemberantasan barang kena cukai ilegal telah dilakukan satu kali operasi bersama Bea Cukai Magelang dan satu kali pengumpulan informasi hasil tembakau ilegal," tambah Siti Nuryanah.

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: