Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Menurun

Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Menurun

JAKARTA - Tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) telah mengalami penurunan di hampir seluruh daerah. Hal ini mengakibatkan bertambahnya kasus aktif COVID-19 di Indonesia hingga saat ini. Penurunan tersebut terjadi sejak awal November 2020 lalu. "Tingkat disiplin masyarakat di hampir semua daerah mengalami penurunan. Pada awal minggu pertama November, tingkat akumulasi per minggu berada di kisaran 86,17 persen. Kemudian per minggu mengalami penurunan,” tegas Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo di Jakarta, Jumat (25/12). Selain itu, tingkat disiplin dalam menjaga jarak dan menghindari kerumumunan juga turut mengalami penurunan secara bertahap setiap pekannya. Puncaknya, lanjut Doni, adalah pada 22 November 2020. Yakni pada angka 53,57 persen. “Awal atau 1 November angka kepatuhan itu 81,87 persen. Kemudian 8 November 80,62 persen. Kemudkan pada 15 November 80,15 persen. Puncak penurunan ini berada pada 22 November yaitu 53,57 persen. Itu berada pada titik terendah,” jelas Doni. Mantan Danjen Kopassus ini mengakui pemerintah tidak dapat bekerja sendiri memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Khususnya dalam memberikan edukasi dan mengajak masyarakat agar tetap disiplin terhadap protokol kesehatan. Menurutnya, perlu ada peran dari berbagai komponen terutama tokoh-tokoh non formal di setiap daerah. Sehingga imbauan dan ajakan untuk disiplin protokol kesehatan dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, perlu ada kolaborasi dan perlu ada gerakan yang masif di seluruh daerah dan melibatkan seluruh komponen. Terutama tokoh-tokoh non formal yang bisa memberikan efek pengaruh langsung kepada masyarakat,” papar Doni. Dia menegaskan kunci utama mencegah penularan virus Corona hanya dengan disiplin protokol kesehatan 3M. Doni yakin apabila hal itu dapat diterapkan dengan baik, maka penularan dapat dicegah dan angka kasus dapat diturunkan. "Kalau kita sungguh-sungguh ingin mengurangi kasus ya kuncinya cuma satu. Disiplin. Tidak ada yang lain. Disiplin patuh kepada protokol kesehatan,” ucap Doni. Disiplin protokol kesehatan 3M menjadi penting. Sebab cara penularan COVID-19 adalah melalui aeorosol yang kemudian masuk melalui hidung dan mulut manusia. Apabila seseorang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak, maka berpotensi tertular dan menulari orang lain. Seseorang yang sudah disiplin pun tidak menjamin kemudian tidak terpapar COVID-19. Kunci memutus penularan COVID-19 adalah dengan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan secara bersama-sama. "Tantangannya ke depan, bagaimana kita secara kolektif bisa mengajak seluruh orang yang ada di sekitar kita patuh kepada protokol kesehatan,” pungkasnya. (rh/fin)

Sumber: