Banjir Masih Mendominasi Bencana Indonesia

Banjir Masih Mendominasi Bencana Indonesia

JAKARTA – Tercatat, ada 2.925 bencana alam yang terjadi selama 2020. Menurut data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana didominasi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, berdasarkan rincian data bencana hidrometeorologi, kejadian banjir telah terjadi hingga sebanyak 1.065 kejadian di sepanjang tahun 2020. Kemudian bencana yang disebabkan oleh angin puting beliung telah terjadi sebanyak 873 dan tanah longsor 572 kejadian.

BACA JUGA: Gus Mis Siap Gantikan Menag Debat Populisme Islam dengan Fadli Zon: Gelar di UIN Jakarta

Selanjutnya, untuk karhutla telah terjadi sebanyak 326, gelombang pasang dan abrasi 36 kejadian dan kekeringan terjadi sebanyak 29 kejadian di Tanah Air. Sedangkan untuk jenis bencana geologi dan vulkanologi, Doni menyampaikan bahwa kejadian bencana gempa bumi telah terjadi sebanyak 16 kali dan 7 kejadian untuk peristiwa erupsi gunungapi. "Gempabumi 16 kejadian, erupsi gunungapi 7 kejadian," ungkap Doni.

BACA JUGA: Polri Bakal Perpanjang Masa Tugas Satgas Tinombala yang Buru MIT di Poso

Lebih lanjut, dari total keseluruhan kejadian di sepanjang tahun 2020, Doni menyebut bahwa korban meninggal dunia akibat dampak bencana alam tersebut ada sebanyak 370 jiwa, 39 orang yang hilang dan 536 jiwa mengalami luka-luka. "Dampak korban meninggal mencapai 370 jiwa. Hilang 39 orang, luka-luka 536 orang," kata Doni. Dalam kesempatan sama, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa kasus karhutla di Tanah Air mengalami penurunan di sepanjang tahun 2020 .

BACA JUGA: Jadi Tersangka, Gisella Anastasia Akui Perankan Video Mesum di Hotel

Adapun menurut data BNPB per November 2020, luas cakupan wilayah karhutla pada tahun ini adalah mencapai mendekati 300 ribu hektar atau menurun hingga 81 persen apabila dibandingkan dengan tahun lalu yakni 1,6 juta hektar luas wilayah yang terbakar.

BACA JUGA: Bea Cukai Hibahkan 6 Ton Gula Pasir kepada Pemkab Mempawah

Doni memberikan apresiasi kepada beberapa wilayah yang selama ini dinilai mengalami kejadian karhutla seperti Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, karena dinilai mampu meminimalisir terjadinya potensi bencana karhutla. "Menjadi capaian yang patut kita apresiasi khusususnya kepada daerah yang selama ini mengalami karhutla dengan intensitas yang cukup tinggi," kata Doni.

BACA JUGA: Dorong Pemulihan Ekonomi, LPDB-KUMKM Jalin Sinergi dengan TaniHub

"Tahun ini kebakaran hutan dan lahan mencapai mendekati 300 ribu hektar. Jumlah yang jauh berkurang dibandingkan pada tahun 2019 yang lalu di mana karhutla mencapai hampir 1,6 juta hektar," imbuhnya. Selain kepada sejumlah wilayah daerah tersebut, Doni juga memberikan apresiasi untuk seluruh Kementerian/Lembaga dan unsur terkait seperti TNI/Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah berkolaborasi dan membantu BNPB dalam penanggulangan bencana karhutla. Menurutnya, tanpa dukungan dari seluruh komponen tersebut, maka karhutla akan sangat sulit dikendalikan.

BACA JUGA: Dicecar Polisi Soal Mimpi Bertemu Rasul, Haikal Hassan: Saya Gak Bawa HP, Bagaimana Buktikannya?

Doni berharap agar kolaborasi penanganan dan pengendalian karhutla bersama seluruh komponen terkait dapat dipertahankan dan semakin baik untuk tahun-tahun selanjutnya. "Semoga upaya keberhasilan kita dalam menekan karhutla tahun ini bisa kita pertahankan untuk tahun-tahun yang akan datang," tutup Doni. (khf/fin)

Sumber: