Para Lansia Harus Minum Banyak Air

Para Lansia Harus Minum Banyak Air

JAKARTA - Kesehatan lansia di tengah pandemi COVID-19 sangat penting. Mengingat tingginya jumlah penduduk lansia sebagai salah satu kelompok berisiko. "Kelompok masyarakat lansia harus lebih menjaga pola hidup yang sehat. Ini guna menghindari risiko terkena berbagai macam penyakit. Salah satunya Covid-19," ujar dokter Dwi Anita Suryandari di Jakarta, Selasa (29/12).

BACA JUGA: Soal Kasus HRS-Firza, Cendekiawan NU: Harusnya Penyebar yang Dibidik, Pelaku Justru Korban

Menurut dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ini, sebaiknya lansia menjaga pola makan dengan memenuhi gizi yang seimbang. Selain itu, meningkatkan menu yang lebih banyak serat untuk menjaga pencernaan. "Diharapkan agar para lansia mulai mengonsumsi karbohidrat dalam porsi yang lebih kecil. Mulai hindari makanan siap saji. Stop merokok. Konsumsi air putih kalau bisa dalam keadaan hangat," jelas Dwi.

BACA JUGA: Atasi Kemacetan, Hotel di Puncak Bogor Disarankan Sediakan Bus untuk Pengunjung

Hal senada disampaikan dokter Dwirini Retno Gunarti. Dia mengingatkan para lansia untuk minum lebih banyak air. Dianjutkan 1500 cc air dalam sehari. "Lansia biasanya malas minum air. Karena bolak-balik ke kamar mandi. Padahal lansia butuh banyak air. Merasa tidak haus, tapi justru butuh air," jelas Dwirini. Tak hanya itu. Waktu istirahat yang cukup, beraktivitas fisik ringan bagi lansia, serta hubungan sosial disenangi juga penting untuk terhindar dari stres. "Tujuan olahraga untuk lansia itu refreshing. Lakukan olahraga yang ringan. Jangan yang berat dan berisiko cidera. Bisa jalan santai atau jalan cepat," terangnya.

BACA JUGA: Gus Mis Siap Gantikan Menag Debat Populisme Islam dengan Fadli Zon: Gelar di UIN Jakarta

Sementara itu, dokter spesialis paru RS Darurat Wisma Atlet, dokter Anna Rozaliyani mengimbau kelompok masyarakat lansia tetap menjaga protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) secara dengan ketat. Khusus lansia, diminta tidak lengah terhadap pandemi Corona. Anna mengingatkan masyarakat perlu mewaspadai penularan COVID-19 yang terjadi pada klaster keluarga.

BACA JUGA: Wujudkan Pemulihan Ekonomi Nasional, Bea Cukai Gelontorkan Fasilitas Ekspor

"Masyarakat sering kali merasa aman berada di lingkup keluarga. Sehingga tidak menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Padahal, terdapat penularan COVID-19 dari klaster keluarga. sebab, ada anggota keluarga yang berkegiatan di luar rumah dan tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar," tandasnya. (rh/fin)

Sumber: