Sopir Mabuk, Angkot Dihantam Kereta, 4 Tewas di Tempat

Sopir Mabuk, Angkot Dihantam Kereta, 4 Tewas di Tempat

MEDAN - Angkutan kota (angkot) trayek 123 BK 1610 UE di Medan, Sumatera Utara ditabrak kereta api di pintu perlintasan, Sabtu (4/12) sore. Akibatnya 4 penumpangnya tewas di lokasi kejadian. Tragedi itu terjadi di perlintasan KA Jalan Gereja, Kecamatan Medan Petisah. Warga yang heboh langsung memadati tempat kejadian perkara (TKP). Keterangan di TKP menyebut, sopir yang diduga dalam keadaan mabuk menerobos palang perlintasan. Padahal palang tersebut sudah turun. “Dia (Angkot) datang dari arah Jalan Sekip menuju Jalan Gereja. Masuk aja dia,” terang Ujang kepada POSMETROMEDAN di lokasi kejadian. Tiba-tiba angkot tersebut berhenti di tengah rel. Melihat KA semakin mendekat, sopir keluar dari dalam angkot dan berusaha kabur. “Brakkk!!! Penumpang yang di dalam sudah tak sempat lagi keluar. Tapi sopirnya sempat mau kabur tadi,” kata Ujang. “Tapi kami kejar, sekarang sudah diamankan polisi di depan,” sambungnya. Menurut Ujang, saat dihantam KA, penumpang yang ada di dalam berhamburan keluar. Darah berceceran dimana-dimana. “Lima orang tergeletak di rel itu bang. Terbang keliatan dari angkot. Padahal udah bunyi suara palang itu,” jelas Ujang. Warga lain mengatakan, ada 8 orang yang tergeletak di jalan. Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Royal Prima. “Nggak ada kulihat korban anak-anak. Tapi yang jelas 8 orang ada tergeletak di lokasi,” ujar Gabriel, warga sekitar lainnya. “Kejadiannya sekitar jam setengah 4 (pukul 15.30 WIB). Ada kulihat satu laki-laki mati karena perutnya koyak,” sambungnya. Hingga berita ini diturunkan, petugas Satlantas Polsek Medan Baru bersama Satlantas Polrestabes Medan masih olah TKP. Belakangan diketahui sang sopir maut bernama Hati Manalu (43) warga Jalan Batang Kuis, Tanjung Morawa, Deliserdang.(gw)  

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: