PPKM Level 3 Batal Diterapkan Akhir Tahun, Rupiah Langsung Perkasa

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Akhir Tahun, Rupiah Langsung Perkasa

  JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS langsung menguat pada penutupan Selasa (7/12/2021). Hal itu disebabkan para pelaku pasar yang menyambut positif pembatalan kebijakan PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada libur Natal dan Tahun Baru 2022. Selain itu, meredanya kekhawatiran terhadap varian Omicron juga membuat kurs rupiah finis menguat terhadap dolar AS. Mengutip data Bloomberg hari ini pukul 15.00 WIB, kurs rupiah menetap pada level Rp14.378 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 64 poin atau 0,44 persen apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Senin sore kemarin (6/12/2021) di level Rp14.442 per dolar AS. Begitu juga dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah di posisi Rp14.408 per dolar AS atau menguat dari Rp14.441 per dolar AS pada Senin kemarin. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah menguat karena kekhawatiran atas varian baru covid-19 Omicron perlahan mulai surut. "Jadi kekhawatiran ini sudah mulai surut," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa sore. Beberapa kekhawatiran tentang varian Omicron mereda setelah seorang pejabat kesehatan Afrika Selatan mengatakan jenis itu menyebabkan infeksi ringan. Pasien di Rumah sakit Afsel mulai membludak dan di antaranya anak-anak. Walaupun begitu, menurut laporan dokter setempat, bahwa anak-anak memiliki penyakit ringan. "Kami terhibur oleh laporan dokter bahwa anak-anak memiliki penyakit ringan," kata Ntsakisi Maluleke, seorang spesialis kesehatan masyarakat di provinsi Gauteng. Namun hasil ini masih perlu diperiksa lebih lanjut karena hanya sebagian kecil dari tes COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) positif Afrika Selatan yang dikirim untuk pengujian genom, sehingga belum diketahui varian mana yang telah menginfeksi anak-anak yang dirawat di rumah sakit. "Masyarakat harus tidak terlalu takut tetapi tetap waspada," tambah Ntsakisi. Faktor kedua, bank sentral China melonggarkan kebijakan moneter dengan memotong persyaratan cadangan bank untuk kedua kalinya pada tahun 2021. People's Bank of China ( PBOC ) akan mengurangi rasio persyaratan cadangan sebagian besar bank sebesar 0,5 poin persentase minggu depan, melepaskan CNY1,2 triliun (USD188,16 miliar) dari likuiditas. Ini menjadi sentimen positif bagi aset berisiko termasuk rupiah. Dari dalam negeri, pelaku pasar merespon positif kebijakan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia saat Natal dan Tahun Baru 2022 tak jadi diterapkan. Ini juga menjadi sentimen positif bagi penguatan rupiah. "Pemerintah memutuskan menerapkan kebijakan yang lebih proporsional yakni tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini tapi dengan beberapa pengetatan," tutup Ibrahim. Keputusan ini didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 persen dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali. (git/fin)

Sumber: