Curhat Dahlan Iskan: Ada BUMN Omsetnya Kalah Dengan Tukang Bakso, Tapi Gak Bisa Ditutup

Curhat Dahlan Iskan: Ada BUMN Omsetnya Kalah Dengan Tukang Bakso, Tapi Gak Bisa Ditutup

  JAKARTA - Dahlan Iskan mengaku menyesal saat ia menjadi Menteri BUMN tak membubarkan BUMN yang ketika itu "sakit keras". Padahal jika itu dilakukan, maka kondisi perusahaan BUMN saat ini akan jauh lebih baik. Hal itu ia ungkapkan dalam sesi wawancara bersama politisi Akbar Faizal, yang ditayangkan melalui Youtube Channel Akbar Faizal Uncensored, sejak Kamia, 6 Januari 2022 kemarin. Pernyataan Dahlan Iskan itu merujuk pada pertanyaan Akbar Faizal yang menanyakan langkah Menteri BUMN saat ini, Erick Thohir dan upayanya "bersih-bersih" BUMN apakah sudah on the track. "Waktu itu BUMN yang bergerak di bidang pangan itu kan lemah sekali dan kalau boleh saya menyesal, salah satu yang saya sesali adalah kenapa waktu dulu saya berusaha menyehatkan BUMN pangan ini, kenapa tidak langsung saja bikin baru yang lebih besar.  Itu bagian yang saya menyesal. Saya waktu itu masih berharap yang ada ini diperbaiki, kemudian setelah naik diperbesar diperbesar," ujar Dahlan Iskan, seperti dikutip Fin.co.id, Jumat, 7 Januari 2022. BACA JUGA: Blak-Blakan Dahlan Iskan: Niat ‘Bersih-Bersih’ Berujung Masalah Hukum Dahlan Iskan Ungkap Batu Bara Jadi Modus Korupsi Ketika Ia di PLN, Begini Ceritanya Setidaknya ada 2 perusahaan BUMN pangan ketika Dahlan Iskan menjadi Menteri BUMN yang disebutnya sudah jadi mayat namun berusaha ia hidupkan lagi. "Waktu itu misalnya sang hyang Sri atau pertani, omsetnya dengan penjual bakso di blok A atau Blok M, itu aja kalah. Kita negara yang penduduknya begitu besar, agraris, masak BUMN pangannya begitu kecil dan begitu lemah," tuturnya. Cita-cita besarnya ketika itu adalah menggabungkan BUMN-BUMN pangan yang "sakit" itu ke dalam holding Pupuk Indonesia, agar bisa memperbaiki kinerjanya. "Kan Pupuk Indonesia ini raksasa sekali. Sehingga nanti soal pangan, industrialisasinya dibawah Pupuk Indonesia. Dan itu bagian yang saya menyesal, waktu tidak cukup (waktu) dan terlambat menyadari bahwa, aduh sayang kenapa dulu saya berusaha menyehatkan dulu dan gak bisa juga. Mendingan dulu udahlah (dibubarkan) dan ini terlalu kecil," ungkap Dahlan Iskan. BACA JUGA: Blak-Blakan Dahlan Iskan, ‘Dipalak’ Oknum DPR Jutaan Dolar Sewaktu Jadi Dirut PLN Dahlan Iskan Ungkap Sosok Arief Nurrohman, Direktur TV yang Tuding Mayjen Dudung Tentara Tiongkok Ia berharap, Menteri BUMN saat ini bisa meneruskan cita-citanya yang dahulu tidak tercapai, karena menurut Dahlan Iskan kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. "Dulu proses ini sulit sekali karena harus lewat DPR, tapi kan sekarang DPR sudah ikut apa kata Pemerintah. Sudahlah mumpung begini, besok (BUMN Sakit) dikuburkan," pungkasnya. (git/fin).

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: