OPEC Plus Sepakat Pangkas Pasokan Lagi, Harga Minyak Melambung

OPEC Plus Sepakat Pangkas Pasokan Lagi, Harga Minyak Melambung

  JAKARTA - Harga minyak melambung lebih dari USD2 per barel pada Kamis, paska negara penghasil minyak (OPEC Plus) menyepakati untuk melanjutkan pengurangan pasokan mulai Mei mendatang. Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak USD2,12 atau 3,4 persen, menjadi USD64,86 per barel. Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melesat USD2,29 atau 3,9 persen, menjadi USD61,45 per barel. Demikian dikutip laporan Reuters, di New York, Kamis (1/4) atau Jumat (2/4) pagi WIB. OPEC Plus, yang terdiri dari Organisasi Negara Eksportir Minyak, Rusia dan produsen sekutu lainnya, setuju untuk mengurangi pembatasan produksi sebesar 350.000 barel per hari (bph) pada Mei, 350.000 bph lagi di Juni dan lebih lanjut 400.000 bph atau lebih di Juli. "Ironisnya, pasar telah memperhitungkan cerita OPEC Plus bahwa permintaan akan meningkat dan minyak bakal dibutuhkan, meski beberapa seruan OPEC untuk berhati-hati pada hari-hari menjelang pertemuan tersebut," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho. Berdasarkan kesepakatan Kamis, pemotongan yang diterapkan OPEC Plus akan sedikit di atas 6,5 juta bph mulai Mei. OPEC Plus telah memangkas produksi hampir 7 juta bph, dan Arab Saudi melakukan pemotongan produksi tambahan secara sukarela sebesar 1 juta bph. "OPEC Plus tampaknya menempatkan banyak penekanan pada kemajuan besar vaksinasi di wilayah konsumen utama seperti Amerika dan sebagian Asia," kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan dalam pertemuan itu bahwa dia memperkirakan permintaan minyak global tumbuh 5 juta hingga 5,5 juta bph tahun ini. "Kartel itu tampaknya mengandalkan peningkatan permintaan musiman yang lebih kuat dari biasanya," kata Ritterbusch. Novak berharap persediaan minyak global, parameter utama untuk industri minyak, akan kembali ke level normal dalam dua hingga tiga bulan. Namun, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan pemulihan pasar "masih jauh dari selesai." Kantor berita Saudi melaporkan bahwa dia dan mitranya dari Amerika Jennifer Granholm berbicara melalui telepon dan setuju untuk berupaya guna menegakkan kerja sama di bidang energi. OPEC Plus telah memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak untuk tahun ini sebesar 300.000 bph karena langkah penguncian terbaru. Perancis memasuki penguncian nasional ketiga dan sekolah ditutup selama tiga pekan untuk mencoba menahan gelombang ketiga infeksi Covid-19. Namun, pasar Eropa telah memulihkan sebagian besar kerugian yang dipicu pandemi karena aktivitas manufaktur yang kuat. Data Maret menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik zona euro bergerak pada laju tercepat dalam sejarah survei tersebut. Minyak mendapat dukungan setelah Presiden Joe Biden menguraikan rencana pengeluaran USD2,3 triliun untuk berinvestasi dalam proyek-proyek tradisional, seperti jalan dan jembatan, di samping mengatasi perubahan iklim. Harga minyak tertekan oleh kenaikan tak terduga dalam klaim untuk tunjangan pengangguran Amerika. Tetapi harga menarik dukungan dari laporan Badan Informasi Energi Amerika bahwa stok minyak mentah domestik turun secara tak terduga, pekan lalu. "Data inventaris tersebut menunjukkan bahwa situasi terus normal di pasar minyak Amerika," kata analis Commerzbank, Eugen Weinberg. (git/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: