Kunjungi Para Pelaku Usaha, Bea Cukai Terus Gali Potensi Ekspor Daerah

Kunjungi Para Pelaku Usaha, Bea Cukai Terus Gali Potensi Ekspor Daerah

JAKARTA – Bea Cukai di berbagai daerah melakukan kunjungan ke para pelaku usaha dan UMKM untuk menggali potensi ekspor komoditas. Hal ini dilakukan dengan memberikan asistensi dan bimbingan agar dapat mendorong terwujudnya daya saing produk lokal di pasar internasional. Plt. Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Hatta Wardhana mengatakan bahwa banyak manfaat dari penggalian potensi ekspor tersebut, diantaranya dapat menggenjot neraca ekspor sehingga membantu terwujudnya pemulihan ekonomi melalui kontribusi devisa negara. “Jangka pendeknya, ekspor ini akan membantu pemulihan ekonomi negara dan jangka panjangnya akan meningkatkan kesejahteraan industri produk lokal,” jelasnya. Hatta menyebutkan beberapa Kantor Bea Cukai yang mengunjungi pelaku usaha dalam rangka menggali potensi ekspor diantaranya Bea Cukai di Magelang, Tanjung Balai Karimun, Kualanamu, Madiun, dan Kuala Langsa. Dalam meningkatkan intensitas ekspor oleh pelaku UMKM, Bea Cukai Magelang melakukan asistensi dengan menjungi dua UMKM sekaligus yaitu CV Nira Lestari yang mengolah produksi gula semut tanpa pengawet, dan Rumah Industri EcoVivo rintisan dalam membuat produk ramah lingkungan seperti bar shampoo, facial soap, natural hand sanitizer, facial serum bahkan handycraft yang rencananya akan diekspor ke Singapura. Kunjungan juga dilakukan Bea Cukai Karimun dengan memberikan asistensi kepada UMKM di wilayah Moro, Kabupaten Karimun, perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan makanan berupa kerupuk tenggiri yang berpotensi untuk diekspor ke Malaysia atau Singapura. Sementara itu, Bea Cukai Kualanamu bersama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Deli Serdang melakukan kunjungan ke salah satu pelaku UMKM yang memproduksi teh serai di Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Bea Cukai memberi bimbingan teknis kepada UMKM terkait peraturan dan tata laksana ekspor serta pemberian fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE IKM). Asistensi penuh juga dilakukan oleh Bea Cukai Langsa kepada salah satu produsen bahan makanan berupa Belacan atau biasa dikenal dengan terasi di Desa Kuala Peunaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu dari wilayah Ponorogo, Bea Cukai Madiun juga melirik potensi ekspor yang dimiliki oleh PT Great Giant Pineapple setelah melakukan penanaman perdana pisang cavendish. Bea Cukai Madiun melalui klinik ekspornya siap memberikan konsultasi dan penyuluhan terkait proses ekspor. Diharapkan dengan diadakannya kunjungan ini, Bea Cukai dapat mengetahui setiap kendala dan kondisi yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. “Bea Cukai siap membantu pelaku usaha agar produk yang memiliki potensi untuk diekspor dapat terealisasi dengan menjadi fasilitator dan penghubung antara UMKM dengan instansi atau pihak terkait untuk mewujudkan ekspornya,” pungkas Hatta.(nrm/rls/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: