Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masuk Babak Baru

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masuk Babak Baru

  JAKARTA - Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru. Pemasangan rel-rel kereta tersebut akan segera dilaksanakan, setelah kiriman dari pelabuhan Cilacap ke Rancaekek Bandung selesai dilaksanakan. Hal itu terungkap saat kunjungan kerja Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), pada Senin (12/4). Dalam tinjauannya, beberapa lokasi yang dikunjungi adalah Stasiun Padalarang, Stasiun Tegalluar, Depo Angkutan Rel Tegalluar dan fasilitas Track Laying Tegalluar. Menkomarves dan Menhub melihat lokasi Stasiun Padalarang yang menjadi titik stasiun tambahan dalam rute KCJB. Penambahan stasiun ini dilakukan untuk memberikan pilihan kenyamanane terintegrasi yang lebih baik karena lokasinya dekat dengan Stasiun Bandung. Selanjutnya, kedua Menteri mengecek progres pembangunan Stasiun Tegalluar yang sedang berjalan. Kemudian, mengunjungi Depo Kereta Cepat Tegalluar, di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Di sana, kedua Menteri melihat rel KJCB yang beberapa waktu lalu telah diangkut dari Pelabuhan Cilacap ke Rancaekek Bandung menggunakan kereta api, untuk selanjutnya dibawa ke Tegalluar. Hingga saat ini proses pengangkutan rel masih berlangsung. Selain itu, kedua Menteri juga meninjau track laying facility yang merupakan fasilitas penunjang pemasangan rel. Saat ini tengah dilakukan proses pengelasan rel, dari yang awalnya masing-masing rel sepanjang 50 m menjadi 500 m. Selanjutnya, rel-rel yang telah tersambung diangkut dari track laying facility menuju lokasi pemasangan rel di trase KCJB. Dirut PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan progres pembangunan KCJB. "Saat ini PT KCIC terus melaksanakan pembangunan KCJB yang ditargetkan selesai pada tahun 2022. Saat ini pembangunan yang dilakukan tidak hanya pembangunan jalur kereta, namun secara bersamaan dilakukan pembangunan stasiun dan sarana penunjang lainnya," ujar Dwiyana dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/4). (git/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: