Anies Kunjungi Jateng dan Jatim, Ferdinand: Dia Gimmick Politik untuk Capres 2024

Anies Kunjungi Jateng dan Jatim, Ferdinand: Dia Gimmick Politik untuk Capres 2024

JAKARTA- Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyoroti perjalanan Gubernur DKI Jakata, Anies Baswedan yang gencar dilakukan belakangan ini di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti diketahui, perjalanan tersebut guna menyerap gabah petani dari dua provinsi tersebut. Ferdinand menilai, perjalanan itu tidak murni untuk menyerap gabah petani dan mengamankan stok beras untuk DKI Jakarta. Dia mengatakan, perjalanan Anies tersebut sarat dengan nuansa politik. Sebab, Anies baru melakukan itu di masa-masa akhir jabatannya yang selesai di tahun 2022. "Saya menilai bahwa perjalanan ini tidak murni untuk mengamankan suplai beras di DKI Jakarta. Karena Jakarta tidak pernah kekurangan suplai beras sejak zaman penjajahan. Yang kedua bahwa perjalanan ini nuansa politiknya sangat tinggi karena baru dilakukan di masa-masa akhir jabatannya. Mengapa tidak dari dulu kalau memang dia punya niat untuk mengamankan suplai beras. Jadi ini hanya topeng politik," ujar Ferdinand Hutahaean di kanal YouTube-nya, Rabu (28/4). Yang kedua, Ferdinan menyoroti anggaran dalam perjalanan tersebut. Jika Anies menggunakan anggaran dari APBD DKI Jakarta, maka melanggar etika pejabat. Jika Anies dibiayai pengusaha, maka itu adalah gratifikasi. KPK harus melihat itu. "Siapa yang membiayai perjalan Anies Baswedan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah. Apakah pengusaha, kalau pengusaha berarti itu adalah gratifikasi. KPK harus bertindak karena itu korupsi. Kalau pembiayaan itu adalah APBD DKI Jakarta, maka Anies patut diduga dan dituduh telah melanggar etika pejabat negara yang berkampanye politik tidak mengajukan cuti," ungka Ferdinand. Selanjutnya, Anies Baswedan tidak bisa mengelak bahwa perjalanan itu untuk safari politik demi Pilpres 2024. Buktinya, Anies disambut oleh pengusaha dengan spanduk dukungan untuk Capres 2024. "Kalau Anies mau mengelak bahwa itu bukan dia, mestinya pada saat dia sampai di Solo melihat spanduk Anies untuk 2024, harusnya dia minta kepada pengusaha itu 'mas turunkan dong, saya ke sini dalam rangka perjalanan seorang Gubernur bukan untuk pencapresan," kata Ferdinand. "Kenapa Anies membiarkannya, karena dia senang dengan itu, menikmati itu. Bahkan dia berfoto di situ, artinya dia melakukan rangkaian politik. Tidak cuti dan dibaiayai oleh APBD, ini juga korupsi," sambungnya. Ferdinand menilai, Anies melakukan gimick politik untuk mengangkat popularitasnya menuju Pilpres 2024. . "Yang berikut apa yang dilakukan Anies Baswedan ini hanya sebua gimmick politik. Karena dia harus mengangkat popularitasnya di masa akhir jabatannya," katanya. (dal/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: