Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga, Rupiah Ditutup Positif

Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga, Rupiah Ditutup Positif

  JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), naik tipis pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (30/4). Salah satu pendorongnya yaitu pernyataan Bank Indonesia yang menyebut stabilitas sistem keuangan Indonesia terjaga dengan baik di tengah pandemi Covid-19. Mengutip data Bloomberg, Jumat (30/4) pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup pada level Rp14.445 per dolar AS, menguat 5 poin atau setara 0,03 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan di pasar spot pada Kamis (29/4), yang berada di level Rp14.450 per dolar AS. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, salah satu faktor internal yang mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini adalah terbitnya Buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) Nomor 36 yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI). "Menyimpulkan stabilitas sistem keuangan Indonesia dapat terjaga di tengah tekanan pandemi Covid-19 sepanjang 2020," kata Ibrahim dalam hasil risetnya hari ini. Faktor lain yang mendirong penguatan adalah ketahanan perbankan di 2020 yang disebut masih kuat. Menurut Ibrahim, ketahanan ini masih didukung oleh kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif, kebijakan restrukturisasi kredit, serta kebijakan akomodatif otoritas lainnya. Kemudian ada juga sentimen dari Indeks Stabilitas Sistem Keuangan (ISSK) yang masih berada dalam zona normal. Meski pembiayaan yang disalurkan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) sepanjang 2020 memang menurun, namun pada akhir paruh kedua 2020 mulai menunjukkan tanda perbaikan. Sehingga, menurut Ibrahim, ketahanan IKNB di 2020 tetap terjaga. Untuk perdagangan para Senin (3/5) pekan depan, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan berfluktuasi, namun akan ditutup menguat. "Rupiah kemungkinan ditutup menguat di rentang Rp 14.430 sampai Rp 14.470 per dolar AS," pungkasnya. (git/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: