Ekspor Indonesia Naik 42,62 Persen pada Januari-November 2021

Ekspor Indonesia Naik 42,62 Persen pada Januari-November 2021

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, total ekspor Januari-November mencapai USD209,16 miliar. Jumlahnya naik 42,62 persen dari USD146,65 miliar pada Januari-November 2020. Berdasarkan rinciannya, kinerja ekspor ditopang oleh ekspor minyak dan gas (migas) mencapai USD1,33 miliar atau naik 29,95 persen dari USD1,03 miliar. "Kenaikan ekspor tetap terjadi meski harga minyak mentah Indonesia (ICP) turun dari USD81,8 per barel menjadi USD80,1 per barel," kata Kepala BPS Margo Yuwono, Rabu (15/12/2021). Sementara itu, untuk ekspor non-migas naik 2,4 persen dari USD21 miliar menjadi USD21,51 miliar. Peningkatan ekspor didukung oleh kenaikan harga beberapa komoditas. "Komoditas non-migas yang meningkat minyak kelapa sawit, timah, nikel, karet, dan emas," ujarnya Berdasarkan sektor, ekspor industri pertanian naik 4,18 persen menjadi USD430 juta, industri pengolahan meningkat 1,2 persen menjadi USD16,26 miliar, dan industri pertambangan melejit 6,51 persen menjadi USD4,82 miliar. "Merujuk kode HS, peningkatan ekspor terjadi di komoditas bahan bakar mineral, logam mulia dan perhiasan/permata, dan lainnya. Sementara penurunan ekspor terjadi di komoditas lemak dan minyak hewan nabati, besi dan baja, dan lainnya," paparnya. Adapun negara tujuan ekspor Indonesia meningkat ke Malaysia USD251,4 juta, Jepang USD230,4 juta, Amerika Serikat USD199,2 juta, Korea Selatan USD187,1 juta, dan Swiss USD153,5 juta. Penurunan ekspor terjadi ke China USD515,1 juta, Taiwan USD215,9 juta, Mesir USD129,5 juta, Bangladesh USD89,9 juta, dan Pakistan USD77,1 juta. "Pangsa ekspor Indonesia tidak berubah, di mana terbanyak masih ke China mencapai USD5,41 miliar atau 25,16 persen dari total. Diikuti AS USD2,54 miliar dan Jepang USD1,64 miliar," pungkasnya. (der/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: