Insiden Mesin Pesawat Garuda Terbakar di Udara, Komentar Calon Haji Asal Bintaro: Pasrahkan Saja Pada Allah

Insiden Mesin Pesawat Garuda Terbakar di Udara, Komentar Calon Haji Asal Bintaro: Pasrahkan Saja Pada Allah

Ridwan, jemaah calon haji asal Bintaro pasrahkan kepada Allah dalam perjalanannya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci -sabrina hutajulu-fin.co.id Disway Grup

FIN.CO.ID - Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut rombongan jemaah calon haji Indonesia terbakar usai lepas landas di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu, 15 Mei 2024 sore.

Pesawat Garuda yang mengangkut 450 calon jamaah haji asal Gowa, Sulawesi Selatan terbakar di bagian mesin sayap.

Menanggapi peristiwa mengerikan tersebut, calon jamaah haji asal Bintaro, Ridwan mengaku belum mendengarnya.

Ia mengaku hanya bisa berpasrah kepada yang Maha Kuasa apapun yang sudah menjadi takdirnya.

"Saya kebetulan belum dengar ya, tapi saya pasrahkan saja kepada Allah, berserah diri aja," ujarnya saat ditemui fin.co.id di Asrama Haji Pondok Gede Kamis 16 Mei 2024.

Ridwan sendiri akan berangkat ke Tanah Suci malam ini melalui Bandara Soekarno Hatta pukul 00.00 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7309.

BACA JUGA:

Ia merupakan salah satu calon jamaah haji kloter 13 gelombang 1.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia yang membawa 450 jamaah haji Sulawesi Selatan terbakar di udara.

Kejadian itu diduga terjadi saat pesawat Garuda Indonesia baru lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu 15 Mei 2024.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menerangkan bahwa penerbangan tersebut telah mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada pukul 17.15 LT dan seluruh penumpang tengah diarahkan kembali menuju asrama untuk menunggu kesiapan pesawat pengganti. 

Sebelumnya, pesawat tersebut melakukan prosedur Return to Base (RTB) sebagai langkah cepat  guna memitigasi risiko pada aspek safety dan keamanan operasional pada penerbangan.

Irfan memaparkan keputusan RTB tersebut diambil oleh Pilot in Command (PIC) segera setelah pesawat lepas landas dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah diketahui adanya percikan api pada salah satu engine. 

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada seluruh Jamaah Haji pada penerbangan tersebut dan juga Kementerian Agama RI selaku penyelenggara haji. Garuda Indonesia tengah melakukan koordinasi intensif kepada pihak-pihak terkait guna memastikan tindak lanjut penanganan jamaah untuk dapat kembali melanjutkan perjalanan," tandas Irfan.(sabrina hutajulu)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


Gatot Wahyu

Tentang Penulis

Sumber: