4 Orang Meninggal, Begini Kronologi Kecelakaan Bus di Jalur Bromo, Diduga Rem Blong

4 Orang Meninggal, Begini Kronologi Kecelakaan Bus di Jalur Bromo, Diduga Rem Blong

Ilustrasi kecelakaan bus--

FIN.CO.ID- Sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan bus di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur tepatnya di akses jalur ke wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Senin malam kurang lebih pukul 18.30 WIB. 

Empat orang korban meninggal dunia bernama Imriti Yasin Ali Rahbini, Muslihi Irvani, Tutik Kuntiarti, dan Sulimah. 

Sementara lima penumpang lain yang selamat adalah Siti Aminah, Fatin, Nafla Syakira, Naila Salsabila dan Hafis Muhammad Rafif.

BACA JUGA:

Kasat Lantas Polres Malang AKP Adis Dani Garta menjelaskan, dugaan awal kecelakaan terjadi karena bus dengan nomor polisi B 1683 TJG itu alami rem blong. 

 "Kejadian tersebut diduga karena kendala teknis dari kendaraan, namun masih kami dalami. Kendala teknis ini, ini masih dugaan awal, kemungkinan besar rem blong," kata Adis.

Adis menjelaskan peristiwa kecelakaan tunggal tersebut, berdasarkan informasi yang diterima dari saksi mata terjadi antara pukul 18.00 hingga 18.30 WIB.

Kendaraan tersebut, melintas kawasan TNBTS menuju Poncokusumo Kabupaten Malang dari Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, pengemudi kendaraan jenis Sport Utility Vehicle (SUV) sudah beberapa kali melintas di jalur TNBTS untuk menuju Kabupaten Malang. Berdasar informasi, pengemudi sudah paham betul jalur yang dilaluinya.

BACA JUGA:

"Untuk pengemudi, sudah beberapa kali menggunakan jalur TNBTS menuju Malang. Jadi mungkin sudah paham betul untuk jalur yang dilalui. Ada sembilan penumpang di dalamnya," katanya.

Ia menambahkan dalam peristiwa kecelakaan tersebut ada lima orang yang berada di dalam kendaraan, sementara empat lainnya terlempar keluar. Kendaraan tersebut terjun ke jalur lain yang berada di bawahnya dan kemudian masuk ke dalam jurang.

"Mobil terjun dari jalur utama. Namun, kita akan memastikan kembali saat pencahayaan cukup untuk memastikan titik jatuhnya mobil. Kedalaman jurang dari jalur utama di TNBTS kurang lebih 80 meter," katanya. 

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


Afdal Namakule

Tentang Penulis

Sumber: