Dilecehkan Usai Acara Kampus, Mahasiswi Unud Minta Pelaku Dipecat

Dilecehkan Usai Acara Kampus, Mahasiswi Unud Minta Pelaku Dipecat

DENPASAR – Sekar (nama samaran), mahasiswi Fakultas Pertanian, Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Bali, diduga menjadi korban pelecehan seksual. Pelakunya diduga adalah rekannya sendiri berinisial I Komang AJ. Sekar pun menuntut agar AJ dipecat atau di-drop out (DO) dari Unud. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud Muhammad Novriansyah mengatakan ada tiga tuntutan korban terhadap pihak universitas dan BEM. Sebab akibat perbuatan AJ, Sekar mengalami trauma yang sangat berat. Dijelaskan Novriansyah, adapun tiga tuntutan korban adalah: Pertama, korban meminta agar pelaku di skorsing secara akademik. "Korban meminta agar terduga pelaku dikeluarkan atau di DO (drop out)," katanya seperti diberitakan Radarbali.id, Jumat, 17 Desember 2021. Kedua, Sekar meminta agar I Komang AJ dikeluarkan juga dari struktur kerorganisasian kampus (BEM) Fakultas Peternakan Unud. "Saat ini pelaku masih menjadi fungsionaris di BEM Fakultas Perternakan. Kami sudah bertemu dengan ketua BEM-nya dan meminta agar yang bersangkutan dikeluarkan," sebutnya. Terahir atau ketiga, korban juga meminta kepada terduga pelaku membuat surat pernyataan permintaan maaf kepada korban secara terbuka. "Ini sudah dilakukannya. Pelaku sudah mengakui perbuatannya dan kemudian juga sudah membuat permintaan maaf. Kami sudah share di Instagram kami," ujar Novriansyah. Sedangkan untuk membawa kasus ini ke Pidana, pihak korban masih memikirkannya. Sebab saat ini dikatakan korban masih mengalami trauma berat dan saat ini masih didampingi psikiater untuk pemulihan. Diketahui, kasus ini berawal pada sebuah acara kampus di sebuah gedung dekat Lapangan Lumintang, Denpasar pada Jumat, 10 Desember 2021. Singkat cerita, usai mengikuti acara di Lapangan Lumintang, sekitar pukul 22.00 WITA, acara tersebut pun selesai. Lantaran acara sudah selesai, korban meminta untuk diantarkan pulang. Pelaku diduga sudah memiliki niat jahat. Pasalnya saat korban meminta tolong diantarkan pulang, terduga pelaku mengulur-ulur waktu. Hingga akhirnya, waktu sudah bergeser menunjukkan lewat pukul 00.00 atau Sabtu, 11 Desember 2021. Bahkan meski sudah larut malam, lagi-lagi terduga pelaku masih mencari alasan. “Saat di parkiran terduga pelaku ini mengeluh kelelahan. Bahkan karena alasan capek, terduga pelaku sempat mengajak dan membujuk korban istirahat sejenak di rumahnya,”ungkap Novriansyah. Namun imbuh Novriansyah, ajakan terduga pelaku langsung ditolak korban. “Korban seketika itu menolak ajakan dia (terduga pelaku),” tambahnya. Setelah ajakannya ditolak, lagi-lagi terduga pelaku yang mengaku masih kelelahan meminta agar korban memboncengnya. Nah diduga, dari sinilah petaka mulai. Setelah mengiayakan tawaran terduga pelaku, korban yang ketika itu sudah ingin pulang akhirnya membonceng terduga pelaku. Meski di awal perjalanan tak ada masalah, namun peristiwa terjadi saat di tengah perjalanan pulang. Tiba-tiba di tengah perjalanan, terduga pelaku mulai melakukan aksinya. Terduga pelaku yang ketika itu dibonceng korban langsung melakukan pelecehan dengan meraba dan memegang bagian-bagian vital korban dari belakang. Parahnya lagi, aksi terduga pelaku tidak hanya dilakukan sekali. Namun perbuatan dilakukan berkali-kali dan berulang saat jalanan sepi. “Terduga pelaku ini selalu melakukan aksinya secara berulang-ulang ketika jalanan sedang sepi. Namun ketika jalanan ramai, pelaku diam. Ini yang membuat korban sangat ketakutan dan trauma,”ungkapnya.(gw)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: