Rupiah Akhir Pekan Menguat Tipis, Didorong Sentimen BOE dan ECB yang Bersikap Hawkish

Rupiah Akhir Pekan Menguat Tipis, Didorong Sentimen BOE dan ECB yang Bersikap Hawkish

    JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat tipis pada akhir pekan, Jumat (17/12/2021). Penyebabnya adalah dolar AS yang melemah setelah Bank of England (BOE), dan Bank Sentral Eropa (ECB) mengeluarkan keputusan kebijakan moneter yang bernada hawkish. Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, kurs rupiah akhirnya ditutup pada level Rp14.355 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 6 poin atau 0,05 persen apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar spot pada Kamis sore kemarin (16/12/2021) di level Rp14.361 per dolar AS. Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah di posisi Rp14.441 per dolar AS. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi dalam riset hariannya menyampaikan, rupiah menguat tipis karena dolar AS melemah pada hari Jumat. "Dolar melemah karena efek kejutan kenaikan suku bunga dari BOE dan ECB yang mengadopsi sikap yang lebih hawkish," kata Ibrahim Jumat sore. BACA JUGA: Indonesia Utang Lagi ke Bank Dunia Rp5,74 Triliun, Buat Apa? Dalam sebuah langkah yang mengejutkan pelaku pasar, Bank of England (BOE) menaikkan suku bunga menjadi 0,25 persen ketika menurunkan pada hari Kamis (16/12/2021). BOE menjadi bank sentral dari G7 pertama yang menaikkan suku bunga acuan selama masa pandemi Covid-19. Sementara itu ECB, dalam keputusan kebijakan moneternya yang diumumkan pada hari yang sama dengan BOE, mengumumkan rencana pengurangan aset atau tapering selama kuartal mendatang. "Namun, bank sentral juga menekankan fleksibilitas kebijakan," ujar Ibrahim. Dari dalam negeri, pelaku pasar optimis virus omicron yang terdeteksi di Indonesia bisa ditanggulangi secepatnya oleh pemerintah. "Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat agar waspada tapi perkembangan omicron ini jangan membuat kita panik. Untuk itu, masyarakat yang belum divaksin agar segera divaksin," jelas Ibrahim. Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan tadi malam telah mendeteksi seorang pasien yang terkonfirmasi terpapar Omicron pada tanggal 15 Desember 2021. Data-datanya sudah di konfirmasi bahwa memang data ini adalah data sequencing Omicron. Pasien dengan inisial N ini adalah pekerja pembersih di Rumah Sakit Wisma Atlet. Selain itu, Kemenkes juga mendeteksi 5 kasus probable Omicron. "Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis di rentang Rp14.330 - Rp14.390 per dolar AS," pungkas Ibrahim. (git/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: