Prakerja Gelombang 63 Resmi Dibuka, Pemerintah Targetkan 1.148 Juta Peserta Ikut Pelatihan di Tahun 2024

Prakerja Gelombang 63 Resmi Dibuka, Pemerintah Targetkan 1.148 Juta Peserta Ikut Pelatihan di Tahun 2024

ilustrasi kartu prakerja --

FIN.CO.ID- Program prakerja gelombang 63 telah dibuka pada Jumat 23 Februari 2024. Bagi yang berminat mengikuti program ini, bisa langsung bergabung atau membuat akun di link dashboard.prakerja.go.id

"Yang dinanti, akhirnya tiba! GELOMBANG SELEKSI PRAKERJA SUDAH DIBUKA! Segera klik “Gabung Gelombang” di dashboard akun Prakerja kamu sekarang untuk bergabung di seleksi Gelombang 63, Jangan sia-siakan waktu terbatas ini ya Sob! " tulis akun Prakerja di Instagram.

Prakerja gelombang 63 in hanya dibuka hingga Senin, 26 Februari 2024 pukul 23.59 WIB. 

BACA JUGA:

"Buat kamu yang belum memiliki akun Prakerja, buat sekarang juga melalui www.prakerja.go.id" katanya. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga merupakan Ketua Komite Cipta Kerja mengatakan bahwa program Kartu Prakerja tahun ini ditargetkan dapat memberikan pelatihan kepada 1,148 juta peserta. 

“Pada 23 Februari 2024 dibuka gelombang baru penerima Prakerja yakni Batch 63, dengan target peserta sebesar 1,148 juta sepanjang tahun 2024. Kuota ini akan dieksekusi secara bertahap oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP),” kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat 23 Februari 2024.

Menurutnya, program Kartu Prakerja perlu untuk dilaksanakan kembali tahun ini karena terbukti bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mereka dan mendapatkan pekerjaan.

BACA JUGA:

Ia menyampaikan bahwa studi Definit dari ADB menunjukkan bahwa dampak keikutsertaan dalam program Kartu Prakerja terhadap peningkatan peluang kerja mencapai 95 persen.

Sementara itu, studi Riset Presisi Indonesia mengungkapkan adanya peningkatan pendapatan penerima manfaat Kartu Prakerja sebesar 17-21 persen per bulan dibandingkan nonpenerima.

Terkait pelaksanaan Kartu Prakerja tahun ini, Airlangga menyatakan bahwa program tersebut akan diperluas sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah terpencil dan tertinggal serta mendorong keterlibatan lembaga pelatihan di lebih banyak kabupaten dan kota.

Selain itu, ia menuturkan bahwa kualitas pelatihan pun akan ditingkatkan dengan menambah moda pembelajaran mandiri atau Self-Paced Learning (SPL) yang dapat memberikan fleksibilitas, namun juga membutuhkan komitmen personal yang lebih tinggi dari peserta.

Ia berharap kesempatan untuk upskilling dan reskilling melalui program Kartu Prakerja tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


Afdal Namakule

Tentang Penulis

Sumber: