Optimalisasi Aset Non Produktif, Sri Mulyani: Aset yang Harus Bekerja Keras Untuk Kita, Bukan Sebaliknya

Optimalisasi Aset Non Produktif, Sri Mulyani: Aset yang Harus Bekerja Keras Untuk Kita, Bukan Sebaliknya

    BANDUNG - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pihaknya saat ini sebagai bendahara negara, tengah bekerja keras untuk mengubah paradigma tentang aset. Sebab kondisi saat ini, negara memiliki banyak aset non produktif yang setiap tahunnya justru masuk di neraca dan membebani keuangan negara. Kondisi yang kontras terjadi di negara maju, karena di sana mindset nya adalah aset yang bekerja keras untuk pemiliknya, bukan sebaliknya. Hal inilah yang kemudian oleh Kemenkeu, diaplikasikan melalui adanya Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Tak hanya bertugas untuk mengurusi dana talangan lahan Proyek Strategis Negara (PSN) saja, melainkan juga mengurusi aset-aset negara yang kini tak produktif dan membebani negara, menjadi sebuah revenue yang berkontribusi terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hal itu disampaikan Sri Mulyani, saat meresmikan pengoperasian Gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur di Bandung, yang semula merupakan aset ex Wisma Pertamina, menjadi Creative Hub & CO Working Space, guna memfasilitasi insan-insan kreatif di Bandung dan UMKM-UMKM yang saat ini menjadi tulang punggung perekonomian di masa pandemi. [caption id="attachment_579801" align="alignnone" width="680"] Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, didampingi Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi dan CEO Co & CO Andi Saptari saat meninjau aset Dhanadyaksa Dipati Ukur Bandung, Jumat, 17 Desember 2021 (dok LMAN)[/caption] "Konsep untuk mengelola aset sebagai, yang namanya aset itu is a opposition dari liability, liability itu adalah utang beban, sementara aset itu ya aset yang bisa menciptakan produktif, tapi aset itu malah jadi liability karena kita jadi terbebani dengan aset tersebut. Iya beban-beban biaya dan belum lagi beban sosial dan ekonomi karena ada suatu aset yang tidak bermanfaat Jadi saya selama ini selalu meminta kepada jajaran kementerian keuangan pengelola aset, Di negara maju saya selalu mengatakan bahwa asetnya kerja keras, kalau di kita orangnya kerja keras tetapi hasilnya tidur jadi kita harus mengubah sekarang," ujar Sri Mulyani, di Bandung, Jumat (17/12/2021). BACA JUGA: Keren, LMAN Sulap Aset Mangkrak ex Wisma Pertamina jadi Creative Hub & Co Working Space Dalam mengubah paradigma tentang aset tersebut, peran penting Ditjen Kekayaan Negara (DJKN) dan LMAN selaku Badan Layanan Umum (BLU) sangat penting. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur yang ia resmikan. "Ini adalah gedung ex Pertamina, waktu itu hanya menjadi gedung tua yang seperti tadi masuk dalam neracanya pemerintah and then that shit ada di bukunya kita. Tidak pernah devaluasi yang benar dan kemudian tidak dipikirkan bagaimana menggunakannya. Sesudah kita meng-create LMAN dan DJKN juga mindset-nya diubah, kita meminta kita menjadi the real asset manager, it's not only owner, jadi tidak hanya sekedar memiliki, tetapi berputar otak, memutar otak kita bagaimana kita bisa mengelola aset itu. Dan not necessary harus generating revenue dalam bentuk rupiah. Karena kadang-kadang aset itu kita create, kita buka dan membuat orang-orang bekerja di tempat itu dan dia bisa create banyak sekali aktivitas ekonomi sosial budaya ya yang itu luar biasa nilainya dan kadang-kadang priceless," tuturnya. "Jadi it's about mindset. Jadi kita harus gelisah kalau melihat sepenggal aset yang dia hanya berdiri di situ saja, belum lagi kalau dia required a lot of uang untuk memaintain menjaga dan dia tidak men-generate manfaat apapun," sambungnya lagi. BACA JUGA: Per 10 Desember 2021, LMAN Realisasikan Pembiayaan Lahan PSN Rp20,7 Triliun Dalam kesempatan itu, Mantan Managing Director World Bank itu juga menyampaikan apresiasinya kepada LMAN, karena di usia yang baru saja genap 6 tahun dan terbilang masih sangat muda, sudah memiliki effort yang luar biasa terhadap pengelolaan aset negara. Sri Mulyani berharap, keberhasilan Gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur ini bisa diduplikasi pada aset-aset negara lainnya yang saat ini berada dalam pengelolaan LMAN. "Ini adalah kolaborasi yang luar biasa baik. Saya berharap aset-aset negara yang lain juga akan dimanfaatkan secara inovatif dan kreatif seperti Adhyaksa Dipati Ukur ini yang tadinya hanya merupakan gedung tua yang diambil dari Pertamina yang tidak berfungsi, kemudian diubah menjadi sebuah tempat untuk space yang produktif dan kreatif. Contoh seperti ini yang akan saya minta untuk terus dikembangkan bagi LMAN terutama, untuk seluruh aset-aset yang lain," tegas Sri Mulyani. [caption id="attachment_579825" align="alignnone" width="654"]Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menandatangani prasasti saat peresmian aset Dhanadyaksa Dipati Ukur Bandung, Jumat, 17 Desember 2021 (dok LMAN) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menandatangani prasasti saat peresmian aset Dhanadyaksa Dipati Ukur Bandung, Jumat, 17 Desember 2021 (dok LMAN)[/caption] Sementara itu, Direktur Utama LMAN,  Basuki Purwadi mengungkapkan bahwa Gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur merupakan aset eks PT Pertamina yang ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN) dan diserahkan kepada LMAN melalui DJKN pada tanggal 21 Juni 2017 dalam kondisi free and clear. Gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur berdiri di atas tanah seluas 1.460 m2 dan terletak di Jalan Dipati Ukur Nomor 33, Lebakgede, Kec. Coblong, Bandung Jawa Barat. “Dhanadyaksa Dipati Ukur ini merupakan upaya LMAN untuk meningkatkan manfaat sosial, ekonomi, dan finansial atas aset negara serta berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif dan pariwisata khususnya yang berada di kota Bandung. Gedung ini diharapkan juga menjadi tempat pemberdayaan para generasi muda dan pengusaha pemula (startup),” ujar Basuki. BACA JUGA: Sri Mulyani Sebut Nilai Ekonomi Digital Indonesia Terbesar Se-Asia Tenggara Untuk memanfaatkan aset Dhanadyaksa Dipati Ukur, LMAN mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam upaya optimalisasi aset negara melalui proses pemilihan operator kerja sama sumber daya manusia dan/atau manajemen (KSM). Setelah dilaksanakannya proses seleksi, pada bulan April 2021, ditetapkan PT Global Sinergi Kreasindo (Co & Co) sebagai mitra Optimalisasi aset Dhanadyaksa Dipati Ukur. Aset Dhanadyaksa Dipati Ukur terbagi menjadi 2 area, yaitu area office dan area retail. Sejak bulan Juni 2021 Co & Co telah memulai program rutin nya dengan mengadakan beberapa kegiatan. Hingga saat ini, Dhanadyaksa Dipati Ukur  telah diisi oleh 6 tenant ritel  dan 5 tenant office. (git/fin)  

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: