Cara Membuat Uang Palsu di Bungo Pakai Printer Lalu Didistribusikan Lewat Agen Nasabah

Cara Membuat Uang Palsu di Bungo Pakai Printer Lalu Didistribusikan Lewat Agen Nasabah

Uang palsu dan mensin cetaknya berhasil diamankan Polsek Cikarang Barat -Tuahta Simanjuntak-fin.co.id

fin.co.id - Satreskrim Polres Bungo berhasil menangkap dua pemuda AS dan RW dan membongkar cara membuat uang palsu.

Uang palsu tersebut diedarkan atau ditukarkan ke agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi nasabah pada beberapa kecamatan di Kabupaten Bungo, Jambi.

"Kedua pelaku berhasil kita tangkap setelah mendapatkan informasi bahwa telah beredar uang palsu pecahan Rp100 ribu dari beberapa agen transaksi uang yang kemudian dikembangkan kasusnya dan akhirnya ditangkap pelakunya berinisial AS (23) dan RW (34)," kata Kapolres Bungo AKBP Singgih Hermawan, Kamis 18 Januari 2024.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku mengatahui cara membuat uang palsu setelah belajar dari media sosial.

BACA JUGA:Gampang Banget, Ternyata Begini Cara Pembuatan Uang Palsu di Cikarang Kabupaten Bekasi

Keduanya mengedarkan uang palsu tersebut ke agen dengan cara mengirim sejumlah uang melalui agen itu ke rekening mereka yang lainnya dan uang palsu itu diselipkan dengan uang asli untuk disetorkan ke agen tersebut.

Pengakuan tersangka AS, yang mengaku belajar mencetak uang palsu dari media sosial, khususnya YouTube. 

Cara membuat uang palsu dengan menggunakan printer warna untuk mencetaknya.

Kemudian mereka mendistribusikan uang palsu tersebut ke masyarakat lewat jaringan agen transaksi nasabah dan sejauh ini kepolisian masih mendalami apakah masih ada korban lain yang terkait dengan kasus ini.

BACA JUGA:Uang Palsu Triliun Rupiah Disita Polres Sukabumi

Setelah ada laporan masuk ke polisi, akhirnya aksi keduanya digagalkan anggota Satreskrim Polres Bungo, hasil dari pemeriksaan sementara modus dua pemuda ini mencetak uang palsu dan menempatkannya di konter-konter yang memiliki agen seperti Brilink dimana kemudian uang palsu tersebut kemudian digunakan untuk masuk ke aplikasi Dana.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang merasa tertipu saat menarik uang di aplikasi Dana di salah satu konter yang kemudian korban bernama Rizki Rahman Kurniawan melaporkan kejadian ini ke Polsek terdekat, yang kasusnya dikembangkan hingga berhasil mendapatkan informasi terkait kasus tersebut.

"Kedua tersangka dilakukan penangkapan di kawasan Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo dan dari kedua tersangka, anggota berhasil mengamankan uang palsu sebanyak Rp8,9 juta rupiah," kata AKBP Singgih.

Kapolres Bungo AKBP Singgih menegaskan bahwa tidak ada kaitan politik dengan peredaran uang palsu tersebut dimana kedua tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 1,2,3 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011, bersamaan dengan pasal 55 ayat 1, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda sebesar Rp10 miliar.

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


Khanif Lutfi

Tentang Penulis

Sumber: