Kinerja Garuda Indonesia Membaik Pasca PPKM Dilonggarkan

Kinerja Garuda Indonesia Membaik Pasca PPKM Dilonggarkan

  JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengakui kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada kuartal II dan III 2021 berpengaruh signifikan terhadap kinerjanya. Namun seiring dengan pelonggaran seiring terkendalinya kasus Covid-19, kinerja perusahaan secara berangsur-angsur menunjukkan perbaikan. Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra, mengatakan sebelum pandemi, tepatnya pada kuartal III-2019, jumlah penumpang pesawat Garuda Group mencapai 8,2 juta orang. Namun, adanya pandemi dan pemberlakuan PPKM, jumlah penumpang di kuartal III-2021 anjlok menjadi 1,8 juta. Demikian juga dengan angkutan kargo, yang sebelumnya mampu mengangkut 80,9 juta ton turun menjadi 66,4 juta ton. Penurunan penumpang dan kargo ini sangat berimbas pada pendapatan perusahaan. "Mulai Juli-Agustus 2021 memang tekanan begitu kuat akibat terjadi PPKM sehingga jumlah penumpang, kapasitas produksi dan kargo disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini secara volume kami turun," kata Irfan dalam public expose virtual, Senin (20/12/2021). BACA JUGA: Garuda Indonesia Ajukan Skema Proposal Restrukturisasi kepada Lessor dan Kreditur Seiring dengan tekanan bisnis yang terus terjadi akibat pandemi, manajemen terus gencar melakukan upaya efisiensi usaha. Efisiensi yang dilakukan itu berhasil menekan beban usaha dari USD678,2 juta pada kuartal II-2021 menjadi USD,600,3 juta di kuartal III-2021. Kemudian dengan adanya pelonggaran kebijakan PPKM , mendorong peningkatan mobilitas masyarakat. Hal ini berimbas positif bagi kinerja perusahaan, sehingga terjadi peningkatan jumlah pengguna jasa GIAA, baik penumpang maupun barang. Irfan menyebutkan pada September 2021, jumlah penumpang naik 83 persen dari 115 ribu pax menjadi 211 ribu pax dengan SLF (seat load factor) rata-rata mencapai 36 persen. Irfan berharap kondisi ini akan terus berlanjut di sisa waktu 2021 dan pada 2022. Dengan begitu diharapkan kinerja keuangan perusahaan akan membaik. "Kuartal IV, Oktober, November dan Desember 2021, kita melihat ada peningkatan signifikan jumlah penumpang dan kargo. Jadi adanya keringanan PPKM ini akan meyakinkan kita untuk lebih baik. Namun kami ingin pastikan protokol kesehatan tidak hanya di pesawat tetapi sepanjang journey," pungkas Irfan. (git/fin)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: