Ketidakpastian Akibat Omicron Bikin Emas Semakin Berkilau

Ketidakpastian Akibat Omicron Bikin Emas Semakin Berkilau

    JAKARTA - Harga emas menguat, Senin, mendekati level tertinggi tiga minggu yang disentuh pekan lalu, imbas dari kekhawatiran atas varian Omicron virus corona yang menyebar cepat meningkatkan daya tarik aset safe-haven tersebut. Harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD1.801,83 per ounce pada pukul 13.49 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat turun 0,1 persen menjadi USD1.802,40 per ounce, demikian mengutip laporan  Reuters,  di Bengaluru, Senin (20/12/2021). Pada sesi Jumat, harga emas mencapai level tertinggi sejak 26 November. "Ada banyak alasan untuk memiliki emas karena suku bunga riil secara historis tetap rendah bahkan jika The Fed menaikkan suku bunga. Pasar obligasi tetap non-reaktif dalam hal suku bunga," kata Stephen Innes, Managing Partner SPI Asset Management. [caption id="" align="aligncenter" width="1012"] Trend pergerakan harga Emas dunia (TradingView)[/caption] Ketidakpastian Omicron dapat menyebabkan narasi bank sentral yang lebih  dovish  pada 2022, kata Innes, menambahkan bahwa masalah di Washington mengenai RUU investasi domestik dan risiko Ukraina juga meningkatkan daya tarik logam kuning tersebut. Saham Asia jatuh karena melonjaknya kasus Omicron memicu pembatasan yang lebih ketat di Eropa. BACA JUGA: Varian Omicron Diprediksi Bayangi Pergerakan Rupiah Hari Ini Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun, memangkas  opportunity cost  memegang emas yang tidak memberikan bunga. Pejabat Federal Reserve membahas kenaikan suku bunga secepatnya Maret dan mulai menurunkan  balance sheet  bank sentral pada pertengahan 2022. Namun, pernyataan tersebut hampir tidak mengubah pandangan pasar obligasi bahwa suku bunga jangka pendek dapat melampaui perkiraan puncak The Fed. "Beberapa kekhawatiran inflasi mereda sejak The Fed mengambil tindakan untuk mengendalikannya, namun pada saat bersamaan, aktivitas ekonomi kemungkinan akan terpengaruh karena pembatasan Covid-19. Ini bisa membebani pasar surat utang," kata Harshal Barot, analis Metals Focus. "Peristiwa ekonomi yang besar ada di belakang kita sekarang, jadi sampai akhir tahun dan mungkin sampai awal Januari, emas kemungkinan akan terikat." Harga perak di pasar spot mendatar di USD22,34 per ounce, dengan platinum dan paladium masing-masing turun 0,5 persen dan 4,5 persen menjadi menjadi USD925,09 dan USD1.701,26 per ounce. (git/fin)

Sumber: