Kasbon Duit Ditolak Lalu Dimaki-maki, Pegawai Pentung Bosnya Berkali-kali Hingga Tewas

Kasbon Duit Ditolak Lalu Dimaki-maki, Pegawai Pentung Bosnya Berkali-kali Hingga Tewas

TANGERANG – Lelaki berusia 36 tahun berinisial AR marah ketika niatnya kas bon ditolak bosnya, Asmat Setiawan. AR semakin jengkel, karena Asmat malah memaki-makinya. AR pun gelap mata dan menghantam kepala bosnya itu dengan balok kayu lalu menghabisinya. Pemilik toko Meubel Mulya Furniture di Jalan Raya Salembaran, RT 01/02, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten itu tewas bersimbah darah. AR lantas kabur menggunakan sepeda motor dan membawa tas berisi uang Rp 30 juta milik Asmat. Peristiwa itu terjadi dua pekan lalu. Selama 10 hari polisi memburu AR hingga ke Cirebon. Namun tiada hasil. Ternyata AR tak bisa pergi jauh berlama-lama. Ia kembali ke rumah mertuanya di wilayah Teluknaga, untuk menemui istrinya. Polisi berhasil mendeteksinya. AR pun dibekuk di rumah mertuanya itu. “Kami keluarga tidak terima, kenapa ayah saya dibunuh,” kata Rika sambil berteriak histeris seperti diberitakan Tangerangekspres.co.id, Rabu, 22 Desember 2021. Rika adalah putri Asmat. Ia kemarin ke Mapolrestro Tangerang untuk melihat wajah si pembunuh ayahnya. Bagi Rika, AR bukan orang baru. Gadis itu mengatakan AR sudah belasan tahun bekerja di toko mebel milik ayahnya. “Saya tak menyangka dia tega membunuh ayah saya dengan cara kejam. Saya berterimakasih kepada Polsek Teluknaga dan Polres Metro Tangerang Kota yang sudah menangkap pembunuh ayah saya. Saya minta, tersangka diberikan hukuman berat,” lanjutnya. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima menjelaskan, AR sudah dimintai keterangan. Kepada polisi AR mengaku tega membunuh Asmat karena sakit hati. Ia terpaksa meminjam uang kepada majikannya karena terlilit utang. Asmat tidak mengabulkannya. Gagal mendapat pinjaman uang, AR pun pulang. Namun, Asmat tiba mendatangi rumah AR. Di rumah itu, Asmat memaki-maki AR. Puas memarahi AR, Asmat kembali ke tokonya. Rupanya AR menaruh dendam. Ia tak terima mendapat makian dari bosnya itu. AR lantas mendatangi toko mebel yang tak jauh dari rumahnya. Saat itu, Asmat sedang sendirian di kantornya. AR yang sudah dikendalikan amarah, masuk kantor Asmat sambil membawa balok kayu dengan panjang sekitar 1,3 meter. “Sesampainya di tempat kerja korban, tersangka masuk ke kantor korban dan langsung menghantamkan balok kayu ke bagian kepala,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres, Selasa, 21 Desember 2021. Deonijiu menambahkan, pada hantaman pertama mengenai kepala. Korban sempat menepis pukulan kedua dengan tangan. Tetapi korban tersungkur. Tersangka lantas membabi-buta memukuli korban hingga tak berdaya. “Melihat korban sudah tidak bernyawa, tersangka langsung pergi membawa motor dan tas korban berisikan uang Rp 30 juta,”paparnya. Ia menjelaskan, setelah menghabisi korban, tersangka melarikan diri ke Cirebon untuk bersembunyi. Akan tetapi, hasil pencarian tim gabungan dari Polres Metro Tangerang Kota, Polsek Teluknaga dan Polda Metro Jaya tersangka ditemukan di rumah mertuanya di Teluknaga. “Selama 10 hari tersangka melarikan diri ke Cirebon, kita terus pantau rumahnya dan sekitar wilayah Teluknaga. Setelah dapat informasi bahwa tersangka sudah kembali ke rumah mertuanya, anggota gabungan tersebut langsung mengamankan tersangka,”ungkapnya. Deonijiu menuturkan, setelah diamankan tersangka langsung dibawa Ke Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan, tersangka mempunyai dendam karena ucapan korban sangat menyakitkan saat minjam uang. “Niatnya pinjam uang untuk bayar utang dan bayarnya dengan memotong gaji tersangka, tetapi korban menolak dan malah memarahi tersangka dengan kata-kata kasar,”katanya. Saat ini, tersangka sudah ditahan di Polres Metro Tangerang Kota. Tersangka dijerat pasal 338 KUHP junto 365 KUHP dengan ancaman hukman 20 tahun penjara. (gw)

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


admin

Tentang Penulis

Sumber: